oranment
play icon
Bayang-Bayang Arka
Cerpen
Kutipan Cerpen Bayang-Bayang Arka
Karya indradmwf
Baca selengkapnya di Penakota.id

Satu bulan telah berlalu sejak pertemuan terakhir Maya dengan Arka. Namun, bayang-bayang Arka masih terus menghantui benak Maya. Setiap sudut kota, setiap lagu yang diputar di sportify, seolah mengingatkannya pada sosok Arka. Maya merasa seperti hidup dalam bayang-bayang masa lalu, terjebak dalam kenangan yang tak bisa ia lepaskan.


Maya memendam semua perasaannya seorang diri. Ia tidak ingin membebani orang lain dengan masalahnya. Namun, semakin lama, beban itu semakin berat. Maya merasa seperti bom waktu yang siap meledak kapan saja.


Suatu sore, Maya memutuskan untuk menemui Rina, sahabatnya. Ia tahu bahwa Rina adalah orang yang tepat untuk diajak bicara. Rina selalu mendengarkan dengan sabar dan memberikan nasihat yang bijak.


"Rin, aku butuh teman bicara," kata Maya dengan suara lirih.


Rina menatap Maya dengan prihatin. Ia tahu ada sesuatu yang mengganggu sahabatnya itu. "Ada apa, May? Ceritakan semuanya padaku," kata Rina.


Maya pun mulai bercerita. Ia menceritakan tentang pertemuannya dengan Arka, tentang perasaannya yang campur aduk, dan tentang kegelisahan yang ia rasakan selama ini. Rina mendengarkan dengan seksama, sesekali memberikan komentar atau pertanyaan.


Setelah Maya selesai bercerita, Rina menarik napas dalam-dalam. "May, aku mengerti perasaanmu. Ini memang situasi yang sulit. Tapi, kamu tidak bisa terus-terusan seperti ini," kata Rina.


"Aku tahu, Rin. Tapi, aku tidak tahu harus bagaimana," kata Maya.


"Kamu harus mencoba untuk melepaskan Arka," kata Rina. "Aku tahu ini tidak mudah, tapi kamu harus melakukannya demi dirimu sendiri."


Maya terdiam. Ia tahu Rina benar. Namun, melepaskan Arka bukanlah hal yang mudah baginya. Arka sudah menjadi bagian dari hidupnya, dan ia tidak tahu bagaimana cara menghapusnya.


Malam itu, Maya berbaring di tempat tidur, menatap langit-langit kamarnya. Jantungnya berdebar kencang, seolah ada sesuatu yang mengganjal di dadanya. Ia memejamkan mata, berharap bisa tidur dan melupakan segalanya. Namun, bayang-bayang Arka kembali muncul dalam mimpinya.


Dalam mimpinya, Maya melihat Arka berdiri di hadapannya, tersenyum padanya. Maya merasa bahagia melihat senyum itu, senyum yang selalu membuatnya merasa nyaman. Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Arka tiba-tiba menghilang, meninggalkan Maya sendirian dalam kegelapan.


Maya terbangun dari tidurnya dengan napas terengah-engah. Ia menatap sekeliling kamarnya, mencari sosok Arka. Namun, Arka tidak ada di sana. Maya merasa kecewa dan sedih. Ia merindukan Arka, merindukan senyumnya, merindukan kehadirannya.


Maya tahu bahwa ia harus segera melepaskan Arka. Namun, hatinya masih belum siap. Ia masih berharap bahwa suatu hari nanti, Arka akan kembali padanya.

calendar
04 Mar 2025 04:05
view
6
idle liked
0 menyukai karya ini
Baca bab lainnya
Penulis Menyukai karya ini
close
instagram
Unduh teks untuk IG story
Cara unduh teks karya
close
Pilih sebagian teks yang ada di dalam karya, lalu klik tombol Unduh teks untuk IG story
Contoh:
example ig