oranment
play icon
Rabu Abuku
Cerpen
Kutipan Cerpen Rabu Abuku
Karya indradmwf
Baca selengkapnya di Penakota.id

Malam itu, keheningan menyelimuti kamar Maya. Cahaya rembulan yang menembus jendela menerangi wajahnya yang khusyuk. Maya duduk bersila di atas tempat tidur, kedua tangannya terkatup di depan dada. Malam ini, ia memusatkan diri untuk bertirakat, mempersiapkan diri menyambut Rabu Abu esok hari, awal dari masa Prapaskah.


Maya ingin memulai masa puasa ini dengan hati yang tenang, jiwa yang bersih. Ia ingin melepaskan segala beban yang selama ini menghimpitnya, terutama tentang perasaannya yang masih berkecamuk terhadap Arka.


Dalam keheningan malam, Maya memanjatkan doa, mencurahkan segala isi hatinya kepada Tuhan. Ia pasrahkan segala kegundahan, keraguan, dan harapan yang masih tersisa. Ia ingin menyerahkan seluruh hidupnya ke dalam tangan Sang Pencipta, membiarkan-Nya membimbing jalan hidupnya.


"Tuhan, aku pasrahkan hatiku kepada-Mu. Aku ingin melepaskan segala rasa yang mengikatku pada masa lalu. Aku ingin memulihkan hatiku yang terluka, menjadikannya utuh kembali," bisik Maya dalam doanya.


Maya memejamkan mata, membayangkan wajah Arka. Ia tidak membencinya, tidak juga menyalahkannya. Ia hanya ingin melepaskan, membiarkan Arka pergi dari hatinya.


"Tuhan, aku juga berdoa untuk Arka. Semoga Engkau memberinya kebahagiaan, memberinya seseorang yang tulus mencintainya, seseorang yang seiman dengannya. Aku ingin dia bahagia, meskipun bukan bersamaku," lanjut Maya, suaranya bergetar menahan haru.


Maya terus berdoa, memanjatkan permohonan dan ucapan syukur. Ia ingin masa Prapaskah ini menjadi waktu baginya untuk benar-benar menghayati makna pengorbanan dan penebusan, untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.


Keesokan harinya, Maya mengikuti ibadah Rabu Abu di gereja. Abu yang dioleskan di dahinya mengingatkannya akan kefanaan hidup, akan pentingnya pertobatan dan pembaruan diri. Maya merasa damai, seolah beban berat telah terangkat dari pundaknya.


Selama masa Prapaskah, Maya memfokuskan diri pada doa, refleksi, dan pelayanan. Ia ingin mengisi hatinya dengan cinta kasih Tuhan, menggantikan kekosongan yang ditinggalkan Arka. Ia belajar untuk mencintai dirinya sendiri, untuk menghargai setiap momen dalam hidupnya.


Maya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Ia tidak tahu apakah ia akan bertemu Arka lagi, atau apakah ia akan menemukan cinta yang baru. Namun, ia percaya bahwa Tuhan memiliki rencana yang indah untuknya. Ia percaya bahwa setelah malam yang gelap, fajar pasti akan menyingsing.

calendar
04 Mar 2025 23:38
view
9
idle liked
0 menyukai karya ini
Baca bab lainnya
Penulis Menyukai karya ini
close
instagram
Unduh teks untuk IG story
Cara unduh teks karya
close
Pilih sebagian teks yang ada di dalam karya, lalu klik tombol Unduh teks untuk IG story
Contoh:
example ig