Di dermaga usang, berdebu dan sepi,
Sebuah perahu tua berlabuh sunyi.
Layarnya lusuh, tiangnya berderit,
Menanti angin, mimpi yang rumit.
Ombak berbisik, mengajak berlayar,
Menuju lautan, luas tak terbayar.
Namun perahu diam, enggan bergerak,
Menunggu angin sempurna, yang tak pernah berjejak.
Hari berganti, malam pun tiba,
Bintang-bintang redup, langit berkabut hiba.
Perahu merindu, pada angin impian,
Yang tak kunjung datang, hanya khayalan.
Waktu berlalu, perahu pun rapuh,
Kayunya lapuk, impiannya runtuh.
Menyadari kini, penantiannya sia,
Angin terbaik, takkan pernah tiba.
Di dermaga usang, perahu terbaring,
Kisah penantian, yang tak berujung genting.
Menunggu angin terbaik, takkan pergi kemana,
Hanya diam membisu, dalam penyesalan yang membahana.