oranment
play icon
Air Mata yang Tak Lagi Kutunggu
Cerpen
Kutipan Cerpen Air Mata yang Tak Lagi Kutunggu
Karya indradmwf
Baca selengkapnya di Penakota.id


Dulu, aku selalu percaya bahwa hadir adalah bentuk kepedulian.

Maka hampir setiap hari aku rela menemaninya hingga senja merunduk, bahkan sampai azan Maghrib berkumandang. Bukan karena aku tak punya tempat untuk pulang, melainkan karena kupikir tak ada yang lebih berharga daripada menemani seseorang yang kuanggap berarti.


Aku tak pernah menghitung waktu yang habis.

Tak pernah menghitung lelah yang tertinggal.

Sebab ketulusan memang tidak pandai berhitung.


Namun ternyata aku keliru.

Di balik semua waktu yang kuberikan, rupanya aku hanya dipandang sebelah mata. Kehadiranku bukan dianggap teman, melainkan bayangan yang selalu menempel. Seolah semua langkahku hanyalah beban. Seolah semua niat baikku hanyalah cara untuk mencari tempat.

Aku baru sadar, ada orang yang menerima kebaikan, tetapi tak pernah benar-benar menghargainya.


Yang lebih menyakitkan bukanlah karena aku tidak dibutuhkan.

Melainkan karena aku diberi nama yang tak pernah pantas kusandang: benalu.

Padahal benalu hidup dengan mengambil.


Sedangkan aku datang dengan memberi.

Memberi waktu.

Memberi telinga.

Memberi perhatian.

Tanpa pernah meminta apa pun sebagai balasan.


Hari itu, untuk pertama kalinya aku memilih pulang lebih awal.

Bukan karena marah.

Bukan pula karena benci.

Aku hanya mulai mengerti bahwa ketulusan yang terus-menerus dianggap mengganggu lambat laun akan kehilangan tempat untuk bertahan.


Dan ketika aku menjauh, ia mulai menangis. Berkata bahwa aku telah berubah. Bertanya mengapa aku tak lagi seperti dulu.


Aku hanya tersenyum pelan.

"Maaf," kataku dalam hati, "selama ini aku terlalu lama percaya pada air mata yang selalu datang setiap kali aku hendak pergi."

Kini aku memilih berjalan ke arah yang berbeda.


Bukan untuk membalas luka.

Tetapi untuk menyelamatkan sisa harga diriku.

Sebab ada air mata yang lahir dari penyesalan.

Dan ada pula yang sekadar hadir agar seseorang tetap tinggal.

Aku tak lagi ingin menebak-nebak mana yang benar.


Maaf... kalau kali ini aku harus berpaling dari air mata buayamu.

Biarlah aku menjadi orang yang pernah kau anggap benalu.


Karena lebih baik pergi dengan martabat yang utuh, daripada tetap tinggal hanya untuk terus dianggap tidak berarti.

Semoga suatu hari nanti kita sama-sama menemukan pelajaran.


Bahwa ketulusan bukan untuk dimanfaatkan.

Dan seseorang yang selalu memilih tinggal, belum tentu akan selamanya bersedia menunggu.

calendar
26 Jul 2026 01:22
view
0
idle liked
0 menyukai karya ini
Penulis Menyukai karya ini
close
instagram
Unduh teks untuk IG story
Cara unduh teks karya
close
Pilih sebagian teks yang ada di dalam karya, lalu klik tombol Unduh teks untuk IG story
Contoh:
example ig