

Berhati-hatilah bergaul dengan seorang penulis.
Ia mungkin lebih banyak diam,
tetapi diamnya bukanlah hampa.
Ia sedang menyimpan
setiap langkah,
setiap kata,
setiap luka,
dan setiap tawa.
Jangan kira semua akan hilang
bersama pergantian musim.
Sebab ingatan seorang penulis
sering kali lebih panjang
daripada waktu itu sendiri.
Ia tak selalu membalas
dengan amarah.
Tak selalu menjawab
dengan perdebatan.
Ia hanya menulis.
Lalu perlahan,
pengalaman berubah menjadi cerita,
pertemuan menjadi puisi,
dan kenangan menjelma abadi
di antara lembar-lembar yang dibaca banyak mata.
Mungkin namamu tak lagi disebut.
Mungkin wajahmu tak lagi dikenali.
Namun jejakmu tetap hidup
dalam tokoh yang kau ilhami,
dalam dialog yang kau tinggalkan,
dalam kalimat yang lahir
dari pertemuan yang pernah ada.
Maka,
berbuatlah baik
kepada siapa pun yang kau temui.
Karena seorang penulis
tak hanya pandai merangkai kata.
Ia juga pandai
mengabadikan makna.
Dan pada akhirnya,
yang dikenang bukan sekadar namamu,
melainkan bagaimana
kau pernah memperlakukan sesama.

