oranment
play icon
Pohon yang Tak Pernah Memakan Buahnya
Cerpen
Kutipan Cerpen Pohon yang Tak Pernah Memakan Buahnya
Karya indradmwf
Baca selengkapnya di Penakota.id

Di tepi sebuah jalan desa berdiri sebatang pohon mangga tua. Batangnya kokoh, akarnya mencengkeram tanah dengan tenang, dan setiap musim ia selalu menghadiahkan buah-buah yang ranum.


Anak-anak datang melempar batu agar mangga jatuh. Orang-orang singgah memetik buahnya untuk dibawa pulang. Burung-burung membuat sarang di dahannya. Bahkan musafir yang kelelahan berteduh di bawah rindangnya.


Tak seorang pun pernah bertanya kepada pohon itu, apakah ia masih memiliki buah untuk dirinya sendiri.


Suatu hari, sebuah tunas kecil yang tumbuh di dekatnya bertanya,

"Apakah kau tidak sedih? Semua buahmu diambil orang. Kau bekerja sepanjang tahun, tetapi tak pernah mencicipinya."


Pohon tua tersenyum melalui desir dedaunannya.

"Aku memang tidak pernah memakan buahku sendiri."

"Lalu untuk apa kau berbuah?"

"Karena sejak awal, buah bukan diciptakan untukku. Ia adalah caraku berbagi kehidupan."


Tunas itu terdiam.

Pohon tua melanjutkan,

"Lihatlah sungai. Ia tak meminum airnya sendiri. Matahari tak menghangatkan dirinya sendiri. Awan tak menikmati hujan yang ia turunkan. Begitulah alam mengajarkan bahwa sesuatu yang paling berharga sering kali hadir bukan untuk dinikmati pemiliknya, melainkan untuk memberi manfaat bagi yang lain."


Musim demi musim berlalu.

Batang pohon tua mulai dipenuhi lumut. Beberapa dahannya patah diterpa angin. Buahnya tak lagi sebanyak dahulu. Orang-orang pun mulai berlalu tanpa banyak memperhatikannya.


Namun di sekitar pohon itu telah tumbuh puluhan pohon muda. Sebagian berasal dari biji buah yang dahulu dimakan anak-anak, sebagian lagi tumbuh karena burung membawa bijinya ke tempat lain.


Tunas kecil yang kini telah menjadi pohon dewasa akhirnya memahami pesan itu.

Ternyata hidup bukan tentang seberapa banyak yang kita nikmati, melainkan seberapa banyak kehidupan yang dapat kita tumbuhkan bagi orang lain.


Karena pohon memang tidak pernah memakan buahnya sendiri.

Namun dari buah yang ia berikan, lahirlah hutan yang memberi kehidupan bagi banyak makhluk.


Dan mungkin, manusia pun diciptakan untuk meninggalkan jejak yang sama.

Bukan selalu hidup untuk menerima, tetapi juga belajar memberi.


Sebab kebaikan yang paling tulus sering kali tidak kembali kepada tangan yang menanamnya, tetapi tumbuh menjadi harapan di hati orang lain.

calendar
27 Jul 2026 09:19
view
4
idle liked
0 menyukai karya ini
Penulis Menyukai karya ini
close
instagram
Unduh teks untuk IG story
Cara unduh teks karya
close
Pilih sebagian teks yang ada di dalam karya, lalu klik tombol Unduh teks untuk IG story
Contoh:
example ig