

Kita memang tak lahir sebagai sempurna,
masih ada retak yang tak selalu tampak,
masih ada langkah yang sesekali goyah,
dan hati yang kadang lelah menanggung arah.
Namun bukankah keindahan bukan tentang tanpa cela,
melainkan tentang kesediaan untuk terus bertumbuh?
Sebab di tangan Tuhan,
yang rapuh dapat dikuatkan,
yang kosong dapat dipenuhi,
dan yang patah dapat dipulihkan.
Maka jangan takut pada kekuranganmu.
Tuhan tidak menunggu kita menjadi sempurna
untuk mengasihi kita.
Justru kasih-Nya yang perlahan
menyempurnakan apa yang belum utuh.
Biarlah hari demi hari menjadi perjalanan,
bukan untuk menjadi lebih hebat dari siapa pun,
melainkan menjadi pribadi yang semakin serupa
dengan kasih yang Tuhan ajarkan.
Karena kita memang tidak sempurna,
tetapi bersama Tuhan,
setiap kekurangan dapat menjadi awal
dari sebuah kesempurnaan yang penuh makna.

