

Mas...
Bayanganmu
masih saja terlintas di benakku.
Datang tanpa diundang,
lalu menetap
di sudut-sudut sepi
yang tak pernah berhasil kuhapus.
Malam ini...
Entah kenapa,
aku masih ingin bertanya,
"Mas... malam ini kamu lagi apa?"
Dulu,
pertanyaan itu mungkin sederhana.
Kini,
ia berubah menjadi doa
yang tak mungkin mendapat balasan.
Aku sadar,
kita sudah menutup kisah kita.
Aku juga tahu,
Tuhan telah memanggilmu pulang.
Namun ada kebiasaan
yang rupanya belum sempat
belajar menghilang.
Kebiasaan
untuk mengingatmu
setiap malam datang.
Tuhan...
Kalau malam ini
dia sedang beristirahat
dalam damai kasih-Mu,
izinkan rinduku
menjadi doa yang lembut.
Sebab yang kurindukan
bukan lagi masa lalu.
Yang kurindukan
adalah kesempatan
yang tak akan pernah datang lagi.
Mas...
Namamu kini
tak lagi kusebut
untuk dipanggil kembali.
Namamu kusebut
agar Tuhan menjagamu
dalam keabadian.
Dan aku...
akan tetap memandang langit
di setiap malam yang sunyi.
Bukan karena berharap
kau kembali.
Melainkan karena di sanalah
aku menitipkan satu kalimat
yang tak pernah selesai terucap.
"Mas... aku kangen."

