oranment
play icon
Tuhan... Kenapa Begitu Cepat?
Puisi
Kutipan Puisi Tuhan... Kenapa Begitu Cepat?
Karya indradmwf
Baca selengkapnya di Penakota.id

Tuhan...

Kenapa Engkau memanggilnya

begitu cepat?


Bukankah masih banyak hari

yang belum sempat ia jalani?


Bukankah masih banyak senyum

yang belum sempat ia tinggalkan

untuk orang-orang yang menyayanginya


Aku tahu...

Aku bukan siapa-siapa.

Bahkan mungkin,

namaku tak lagi ada

dalam lembar hidupnya.


Kami sudah memilih

jalan yang berbeda.

Aku bukan lagi tempat

ia pulang.

Dan aku juga bukan

alasan ia bertahan.


Tapi Tuhan...


Mengapa hati ini

tetap terasa kehilangan?

Mengapa dadaku sesak

seolah-olah ada sesuatu

yang ikut dibawa pergi bersamanya?


Aku tidak berhak

meminta apa pun.

Aku hanya seseorang

yang pernah mengenalnya,

yang pernah menyimpan cerita,

lalu diam-diam

tetap mendoakannya.


Di lubuk hatiku

yang paling dalam,

aku percaya...

jalan yang Engkau pilih

adalah jalan yang paling indah untuknya.


Kini ia telah pulang.


Mungkin...

ia sedang tersenyum,

bertemu kembali

dengan ayahnya.


Tak ada lagi rasa sakit.

Tak ada lagi lelah.

Tak ada lagi air mata.


Dan untuk itu,

aku sungguh bersyukur.


Namun, Tuhan...


Kalau memang dia sudah bahagia

bersama ayahnya di sana,

kenapa justru

hatiku tak karuan di sini?


Mengapa setiap malam

namanya datang

bersama sunyi?


Mengapa setiap doa

selalu berakhir

dengan rindu

yang tak bisa kusampaikan?


Mungkin beginilah

cara manusia mencintai.

Tidak selalu dengan memiliki.

Tidak selalu dengan bersama.


Kadang...

hanya dengan kehilangan,

baru ia sadar

betapa berharganya

kehadiran seseorang.


Tuhan...


Kalau nanti

dia melihat ke bumi,

jangan biarkan dia melihat

air mataku.


Biarkan dia tahu saja

bahwa di sini

ada seseorang

yang tetap mendoakannya

dengan tulus.


Seseorang

yang bukan lagi siapa-siapa,

tetapi akan selalu bersyukur

karena pernah dipertemukan dengannya.


Selamat pulang, Mas.


Semoga damai yang abadi

menjadi pelukanmu.


Dan semoga Tuhan,

perlahan-lahan,

mengajarkan hatiku

untuk menerima bahwa...

tidak semua kehilangan

berasal dari orang

yang masih kita miliki.


Ada juga kehilangan

yang datang dari seseorang

yang sudah lama kita lepaskan,

tetapi tak pernah benar-benar

hilang dari doa.

calendar
03 Aug 2026 14:29
view
3
idle liked
0 menyukai karya ini
Penulis Menyukai karya ini
close
instagram
Unduh teks untuk IG story
Cara unduh teks karya
close
Pilih sebagian teks yang ada di dalam karya, lalu klik tombol Unduh teks untuk IG story
Contoh:
example ig