

Apakah benar tak ada lagi kesempatan di antara kita
Apakah benar kau dan aku gagal dalam setiap kehidupan yang berbeda
Bagiamana kematian? Apakah dalam kematian kita juga tak diizinkan untuk bersama?
Apa aku boleh menyalahkan waktu karena bermain main dengan kisah kita yang pilu, atau hanya aku yang merasa begitu
Siapa pula yang menciptakan izin dan kata tak ingin. Siapa yang menentukan aku tak berhak mencintaimu, memilikimu.
Sungguh kasih (jika aku kau izinkan memanggilmu begitu) aku akan melawan semua yang melawan, kecuali dirimu.
Kau berhak memutuskan izin itu.
Andai andai andai, andai bualan.
Bahkan dalam khayalan apakah masih tidak bisa? Aku memilikimu sepenuhnya.
Dia dia dia, dia sialan.
Menyia nyiakan.
Dalam setiap kehidupan, meskipun kau masih bersamanya. Aku akan masih mencintaimu sepenuhnya.
Tanpa balasan, tanpa senyuman.
Mencintaimu dengan sepersisa waktuku meskipun aku membencinya, bukan dirimu, tapi waktu, yang lagi lagi tidak mengizinkanmu mencintaiku, di kehidupan kehidupan yang ada.

