

Setelah diceritakan dan diceritakan lagi,
jalan berliku yang tergenang ini-
akhirnya sampai pada titik ujungnya.
sempat ku akses masa lalu dengan mesin waktu,
yang hanya bisa kuintip dalam celah kecil yang sempit,
tanpa bisa diraba
tanpa bisa dirasa,
semuanya buram,
semuanya kaku,
tapi semuanya terang.
Kulihat sebuah pertemuan,
perjalanan yang menyenangkan,
Setiap bunga menari,
dan awan awan,
Ombak bertaburan, memercikan mutiara indah- bertebaran di hamparan pantai yang damai,
Gunung gunung berlarian,
hutan hujan berguguran-
menjatuhkan daun indah yang diterbangkan angin -
yang membelai diantara senyum dan indah matamu.
Sebuah perjalanan yang membuatku senang
Membawaku dari lorong gelap, sempit, sesak,
Ke hamparan kebun luas yang indah,
Yang membuatku bersyukur dan mendekat pada Sang Maha Baik.
Sampai lupa bahwa ombak tetaplah ombak, yang memecah batu karang.
dan gunung tetaplah gunung, yang bisa meledakkan lahar dengan tiba tiba.
Dan hutan tetaplah hutan, yang didalamnya bukan hanya ada kupu kupu,
Tapi tempat dimana darah mengalir dari hewan buruan yang dimakan mangsa.
Dimana yang kuat akan menang, yang lemah akan terasing dan terlupakan.
Perjalanan tetap berjalanan,
dan disana kutemukan bahwa aku terlalu congkak hanya untuk menjadi diriku, terlalu sakit untuk melihat dan terlalu takut untuk merasa.
Bahwa ini hanyalah sebuah perjalanan.
Kucoba resapi semuanya,
Dan kulihat semua keliru yang bahkan aku pun tak sadar,
jalan keluar yang tak kuambil,
paku yang berkali kali kuinjak dengan senang.
Prasangka sempit yang kutelan mentah mentah
Dan pikiran yang kubiarkan liar mengamuk, terbang, mengacaukan semuanya.
Hingga ku terjatuh di gugusan perandaian,
Barisan kata yang bershaf shaf keluar dari jiwa yang telah lelah.
Masuk ke telinga dengan geming yang tak henti henti.
Dan aku terkapar,
dan aku terkapar.
telah terceritakan dan diceritakan lagi
jalan berliku yang tergenang ini
akhirnya sampai pada titik ujungnya.
bahkan perasaan ku yang perlahan redup ini sedikitpun tak sampai,
karena kepolosanku dan kejujuran ku.
sampai pada saat kita bertemu lagi kuharap semua bisa lebih indah dari ini.
aku selipkan pesan maaf akan kesalahan yang ku perbuat, dan juga ungkapan terima kasih karena telah menemaniku.
Segala puji bagi-Nya,
wahai Tuhanku yang Maha Baik dan Bijaksana. dengan semua kesalahan, kefakiran dan keegoisanku aku meminta ampunan, aku hanya hamba yang penuh salah dan dosa, kuharap aku tidak pernah jauh dari-Mu.

