Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
CERPEN

Surat Kecil Untuk Coffee Snob

Oleh msalshaalf

Dear kamu yang sudah berpindah haluan,


Masih ku ingat dimana saat belum merebaknya toko-toko kopi dengan sang koki yang sekarang kamu sebut barista itu. Disaat kamu belum mengenal bagaimana sruput khas untuk kopi-kopi yang nauzubillah pahit itu. Disaat kamu dan kawan belum bisa bergaya amat sangat hanya untuk secangkir kopi itu. Aku yang selalu kamu cari. Dikala sepi dan sunyi ataupun dikala ramai menambah hangat persaudaraanmu dengan yang lain.


Pernahkah kamu ingat jikalau malam senyap mengundang. Saat dingin menusuk ragamu. Ditemani rokok atau sesekali kue biskuit. Kamu selalu mencariku untuk sekedar menjadi penghangat. Kamu jadikan aku pelengkap malam keakraban bersama kawanmu. Kurelakan bajuku kamu sobek secara horizontal penuh di bagian atas atau membentuk siku-siku dibagian kanan atas. Lalu kamu keluarkan isinya dimasukan kedalam cangkir sederhana. Kamu timpa dengan air panas. Kocek sebentar. Dan sempurna kamu jadikan aku sebuah manifestasi cinta, cita dan rasa. Kamu menyebutku "secangkir kopi".

Sebetulnya sungguh mudah melayani hasratmu dariku. Tidak bertele-tele hanya untuk sekedar menjadi kekasihmu dikala sepi. Lidah sepet menjadi bagja dengan rasaku. Hidung mampet menjadi sumringah dengan aromaku. Aku selalu setia hingga kamu habiskan aku menyisakan dedek pahit lalu kamu buang. Setidaknya kamu rasai diriku dengan kasih.


Dan kini kamu campakkan aku seakan aku tak pernah kamu nikmati. Menganggapku dengan cita rasa rendahan, kampungan, jadul. Kamu ejek kawanmu sendiri dengan menghina aku, "Ngopi kok disobek." Apa salahku? Kamu pengkhianat! Hanya karena menemukan dia yang lebih cantik? Dia memang lebih cantik dan lebih wangi dengan balutan paper cup yang instagramable. Tapi aku yang lebih dulu kamu jadikan kekasihmu! Sungguh, kamu tega!


Layaknya ftv yang sering kamu tonton disaat suntuk. Awalnya kamu begitu romantis denganku hingga orang ketiga yang lebih modern mendekatimu dan akhirnya kamu selingkuh, melepasku menjadi janda. Segala sakit hati tertanam dalam benak selagi kamu sedang enak bersama si 'cantik'. Mungkin akhirnya juga sama seperti ftv itu, kamu kembali sengsara lalu mengharap aku kembali. Akupun bermimpi bisa membalaskan sakit hati dengan membuat lagu ngerap dan meng-uploadnya ke jejaring sosial. If you wanna make me bow bow? Bitch, no no!


Kenapa harus begini? Kuharap kamu sadar. Setidaknya talak aku dengan baik-baik. Tidak usah sembari mengejekku seakan alergi denganku. Oh Tuhan, betapa munafiknya kekasihku ini. Aku tidak tahu lagi harus berkata apa, sayangku. Sejujurnya aku sakit hati atas perilakumu. Ini adalah keresahanku yang terpendam. Karena aku tak bisa berbuat apa-apa lagi. Aku telah dimakan oleh zaman.


Salam rindu untukmu,

Sesachet Kapal Api Special Mix

Selasa 26 Februari 2019
79
3 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Mochammad Salsha AL Fathiya

msalshaalf

Manusia akhir zaman '90-an

Tuliskan tanggapanmu tentang Surat Kecil Untuk Coffee Snob

Baca karya Mochammad Salsha lainnya

Surat Kecil Untuk Coffee Snob

Cerpen oleh Mochammad Salsha AL Fathiya

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah