

Setelah aku pergi
rindu tidak ikut pamit
ia tinggal
seperti napas jiwa
yang belum selesai
mendoakan diam-diam
Aku mengakuinya
seperti seorang peziarah
mengakui letih
di tengah jalan
tanpa harus kembali
ke rumah yang telah ditinggalkan
Perasaan memang bukan garis lurus
ia seperti cahaya
yang kadang bergetar
di antara keyakinan
dan keraguan
namun tetap cahaya
meski tak selalu menerangi
Kini aku memilih mengalir
seperti air
yang tahu ke mana ia jatuh
dan menerima
bahwa setiap pilihan
memiliki sunyinya sendiri
yang harus ditanggung
tanpa suara
Biarlah aku dengan jalanku
dan kau dengan takdirmu
kita pernah bertemu
di satu titik jiwa
dan itu cukup
untuk seumur ingatan
Jika semesta
tidak lagi mempertemukan kita
aku bersyukur
pernah dipercaya
menjaga cinta
sebesar itu
meski hanya sebentar
Dan jika suatu hari
langkah-langkah kita
berhadapan kembali
semoga ada keteguhan
yang diturunkan perlahan
ke dalam dada
agar kita mampu menerimanya
tanpa gemetar
Ini bukan berharap
aku hanya rindu
dan rindu
kadang adalah doa
yang tidak meminta
apa-apa
selain diberi kekuatan
untuk tetap berjalan

