

ada hari-hari
ketika aku lupa
seperti apa suara laut di belakang rumah.
yang tersisa hanya dengung trem,
lampu yang tak mau padam,
dan langkahku sendiri
yang belajar tenang di antara bahasa asing.
aku mulai mengerti,
rindu bukan selalu tentang pulang,
kadang ia hanya ingin duduk sebentar
di dada yang lelah,
mengelus sepi
sebelum kembali diam.
di kota ini,
aku menanam sunyi di bawah bantal,
dan menyiraminya
dengan doa yang tak punya nama.

