
Pada suatu hari satu pertanyaan keluar dari jendela bibirmu dengan sederhana Bagaimana bisa? Aku tak menjawab pun tak mengajakmu kembali berhitung Ya,...

ada hari-hari ketika aku lupa seperti apa suara laut di belakang rumah. yang tersisa hanya dengung trem, lampu yang tak mau padam, dan langkahku sendiri ...
Dulu sewaktu kecil jemariku belajar menjelajahi peta Sesuatu t umbuh diam-diam dari jendela bibirku.
Aku yang tak akan pernah mafhum akan isi sebuah pertanyaan Sampai mana kah kita? Pun sederet pertanyaan tentang mengapa langit sore berwarna jingga? atau b...
Dua puluh dua masih saja menjadi manusia tak punya suara luntang lantung tak punya arah kemana Pulang pun tak punya rumah bersua dua puluh dua aku mati.

It's time to renew the reading list, the upcoming books would be so much game changing to tailed tales. T...

Katakanlah, Kekasih. Binatang yang ku beli di pasar Kamis lalu adalah keraguan. atau perjalanan panjang yang sering kali lupa untuk membawa satu lembar kesabaran itu adalah...

Dua anak kecil itu menangisi jazad ibunya. Mereka tidak tahu bagaimana cara merayakan kepergian selain dengan menangis. Bagi perempuan itu, kepergian adalah arak-arakan, penuh musik-musik, jamuan,...

"Aku telah mendudukkan diriku sebagai pesimis yang arogan, karena aku telah menemukan makna Tuhan dari kekosongan dan perburuan tubuh-tubuh objektif." - Arut Bahan. Tiga belas tah...

"Allahuakbar... Allahuakbar..." Azdan menuju magrib dikumandangkan, selaras dengan jeritan kecil. Ia terlahir, sebuah luka. Lima belas menit, dua puluh menit, hingga pada jarum panjang menuju...
