

Pada suatu hari satu pertanyaan keluar dari jendela bibirmu dengan sederhana
Bagaimana bisa?
Aku tak menjawab
pun tak mengajakmu kembali berhitung
Ya, kekasih
Tenangmu adalah luka yang menarik ku pada sebuah muhasabah:
Bagaimana jika janji menemanimu sampai akhir itu
adalah melihatmu kelak tidak mencintaiku lagi?

