Perihal Sore dan Mimpi
Puisi
Kutipan Puisi Perihal Sore dan Mimpi
Karya rainysenja
Baca selengkapnya di Penakota.id

Disuatu sore yang teduh

Seorang perempuan merebah tubuh

Ingin membisikkan pada langit yang semakin syahdu

Mengenai lekukan mimpi pada altar yang membatu

 

Berceloteh ia sungguh parau pada semesta

Menyapa ngilu bagai kutukan yang sama

Mencoba memancarkan cahaya seribu warna

Pada sesat jalan gemerincing fana

 

Dan pengharapan pada gandrung yang kian rekah

Mengolok cerita pada karisma pucuk rasa

Menyusun kesuma sakral pada puncak suara basi akan nada

Bergegas mengelok, meletup imaji putra surya

Lalu haruskah ia berpekik mencium aroma mesiu ?

Yang menyimpan meta si Fulan di tanah haru biru

Haruskah ia memejam beku dipelukan sang ibu ?

Menjatuhkan tangis pada telapak tangan yang kaku.

 

Maka biarkan ia layu ,

Sebab hanya kelu yang kini menyeruak layu








05 Jun 2022 05:13
40
Selayar, Sulawesi Selatan, Indonesia
1 menyukai karya ini
Penulis Menyukai karya ini
Unduh teks untuk IG story
Cara unduh teks karya
Pilih sebagian teks yang ada di dalam karya, lalu klik tombol Unduh teks untuk IG story
Contoh: