oranment
play icon
Arkeologi Waktu
Puisi
Kutipan Puisi Arkeologi Waktu
Karya rainysenja
Baca selengkapnya di Penakota.id

Malam menghancurkan bulan

hingga menjadi serbuk kapur

lalu mengoleskannya

ke ruas-ruas tulang langit

agar kesunyian tampak seperti cahaya.


Di dadaku,

sebuah jam tua memakan jarumnya sendiri.

Waktu tidak lagi berjalan;

ia mengerat urat-urat ingatan

seperti karat yang menemukan agama

pada sebilah besi.


Aku menguburkan namaku

di bawah akar hujan.

Barangkali pohon akan memanggilku

dengan bahasa daun yang gugur

bahasa yang tak pernah memerlukan mulut

untuk mengucapkan perpisahan.


Angin membawa sekepal abu

dari perjamuan musim-musim yang hangus.

Kupikir itu hanya sisa pembakaran senja,

ternyata ia adalah masa lalu

yang terlalu lama dipanggang penyesalan

hingga berubah menjadi debu tak bernasab.


Sejak itu

aku tak lagi mencari pulang.

Aku memilih menjadi lumut

di punggung batu yang dilupakan sungai;

sebab hanya yang rela kehilangan bentuk

yang sanggup mewarisi keabadian.

calendar
08 Jul 2026 15:31
view
7
idle liked
0 menyukai karya ini
Penulis Menyukai karya ini
close
instagram
Unduh teks untuk IG story
Cara unduh teks karya
close
Pilih sebagian teks yang ada di dalam karya, lalu klik tombol Unduh teks untuk IG story
Contoh:
example ig