

Anak rambutmu melambai-lambai
Seperti anak-anak kita di daun telinga
di balik jendela kecil warna-warni yang tingginya hanya sedagu manismu
Dalam semenit yang tak genap, dan ikatan-ikatan rambut panjangmu yang serampangan
& sembarangan mengikuti kadang melawan maunya angin
Seperti pejuang-pejuang yang naik turun gunung mencari restu Tuhan
Layak aku padamu di sore yang tak gelap, juga sudah menua terangnya
Pada kopiku yang kuharap-harap di masa mendatanglah kau dan pertemuan kita sudah ditakdirkan
di alun-alun tepi kota, yang selalu ramai pencari nafkah
& semua konjungsi yang serba tanggung
ta ta ta tapi aku juga ingin pulang bersamamu
Kali kapan kita bertemu kembali
Tatap mata ini, mata kita, mata-mata anak-anak kita di daun telinga

