Masuk
Daftar
Close
Beranda
Edit Profil
Tulis Karya
Keluar
P
e
n
a
k
o
t
a
.
id

Pengikut Henny

Henny Triskaidekaman

16
Pengikut
15
Mengikuti
Tentang Penulis
Hobi main boneka dan menyukai Oggy and The Cockroaches.
Tempat, Tanggal Lahir
-
Username Penakota
penakota.id/penulis/triskaidekaman/
Puisi
Cerpen

Cerpen Henny

Sesuatu yang Tanpa Nama
Cerpen

Batok kepalaku sering terganggu kertuk-kertuk. Belakangan ini semakin sering, usai genggamku lepas darinya. Kertuk itu menjalar ke jantung hingga debar menggelegak berjumpalitan. Ke bawah, ia membentuk ganjal yang sulit kutelunjuk, membuatku...

: 138 | : 0 | : Minggu, 3 Desember 2017 - 18:32

Menelikung Archimedes
Cerpen

Aramis bersikukuh, detik di bekernya lebih lambat daripada Detik yang membandul kanan dan kiri. Ia teguh, detik sukarela melambat demi melanggengkan tautan jari manis yang ia buat dengan Deimos, menelikung Detik. Biar. Orang-orang memang bilang...

: 117 | : 0 | : Senin, 27 November 2017 - 22:48

Puisi Henny

Yahoo! Messenger
Puisi

Tanpa ping, kau tak dihitung menyapaku, brb*, kita belum lengkap, kerupuk dan bakso. Afaik**, seharusnya pakai kecap, keburu tumpah ketika dia is typing a message. Lebih hafal sama dengan tutup kurung tutup kurung, ketimbang kapan hujan...

Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
: 20 | : 0 | : Sabtu, 21 Juli 2018 - 22:46

Amnesia
Puisi

Padahal lupa bukan cuma sebelah sandal ditinggal pemiliknya tiba-tiba jadi punya kita. Padahal lupa bukan pagar kawat berduri di mana engkau bisa terus sembunyi di baliknya. Padahal lupa bukan tong sampah segala salah dengan...

Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
: 40 | : 0 | : Selasa, 10 Juli 2018 - 01:27

Tentang Kota yang Terendam Luapan Februari
Puisi

Februari, bandang luap pagi-pagi kiriman tak tunggu apa lagi malamnya mimpi kami rata dengan laut Lima puluh mengumpat kala roda empat semiliar kalah lawan perahu karet, asuransi sibuk kelit, pura-pura tuli, tak dengar langit gemeletap...

Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
: 66 | : 0 | : Kamis, 29 Maret 2018 - 11:24

Selangka
Puisi

Anak di pundak kiriku terbungkuk-bungkuk Matanya menyusur tanah Mencari pensilnya Sambil masih genggam tepi bukunya Dia turun tebing Gelantungan di puting Lalu dia peraskan Tuliskan tetes demi tetes Ke buku catatannya Yang bekertas hitam ...

Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
: 49 | : 0 | : Rabu, 7 Maret 2018 - 23:46

Aerophobia (bagian III)
Puisi

Yang pertama ia pindai: Itu gulma yang dibubur Lalu kaldu miang encer dipupur Lalu polong telanjang ditabur Lalu buah rajang sembarang dicampur Perlahan lidahnya mundur teratur Menelan Menelan dan menelan Menelan dan menelan dan terlena Ada...

Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
: 41 | : 0 | : Sabtu, 10 Februari 2018 - 19:16

Aerophobia (bagian II)
Puisi

Yang pertama ia dengar: Gadis menyapanya Itu bukan kursinya Kontras ia dengan seseorang yang tampak seram tinggi besar berambut berjanggut tetapi memaksakan senyum supaya terlihat ramah padahal jelas itu palsu Perhatian, perhatian! Kalimat lain...

Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
: 38 | : 0 | : Sabtu, 10 Februari 2018 - 19:15

Aerophobia (bagian I)
Puisi

Yang pertama ia cari: Koran-dolanan Lowong-lorongan Nomor kursi, abjad kursi, A di kanan L di kiri J itu di gang C juga di gang jangan terbalik Pramugari yang bajunya biasa Pramugari yang bajunya lain Pramugara Paspor Bantal Sumbat...

Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
: 73 | : 0 | : Sabtu, 10 Februari 2018 - 19:15

371
Puisi

1 + 3 + 7 = 11 1 + 3 x 7 = 22 1 x 3 x 7 = 21 7 x 3 - 1 = 20 7 x 3 - (1 + 1) = 19 13 + 7 = 20 1 x 3 x 7 = 21 1 + 3 x 7 = 22 1 + 3 + 7 = 11 1 x 3 + 7 = 10 37 - 1 = 36 37 + 1 = 38 73 - 1 = 72 73 + 1 = 74 731 # 137 137 / 11? 137 / 17? 137 / 13? 1 x...

Jakarta Raya
: 260 | : 0 | : Selasa, 23 Januari 2018 - 05:32

Bata dan Telinga
Puisi

Belakangan ini Tiada warta selain pamer tahta Tiada harta selain tubuh wanita Mereka bilang, ambillah bata Letakkan di depan telinga Masukkan Masukkan Tidak bisa? Tetap masukkan Dalam-dalam Hingga gendang itu redam Mulut diam-diam Mata-mata pejam ...

Jakarta Raya
: 53 | : 0 | : Kamis, 18 Januari 2018 - 11:35

Waktu Indonesia (Dilarang) Tertawa
Puisi

Jam dua belas lewat tiga belas Kamu bertutur baris enam belas Sehabis kopimu segelas Kubalas sengit, liur berebas-rebas Sehabis tehku dua gelas Tersinggung tidak, malah tersungging Tersenyam-senyum Cekikik, bercekikik-cekikikan Kekeh,...

Jakarta Raya
: 91 | : 0 | : Minggu, 7 Januari 2018 - 23:38

Cara Menyusui yang Baik dan Benar
Puisi

Di usia sejam Aku memejam Kukulum ia, selebarnya, sedalamnya Lindungi aku, Ibu Aku takut Kataku berkali-kali Lalu desir putih itu menepi Meresapi lelangitku Rerengkah lidahku Sembari menjawab ya Berkali-kali Dengan manis Di usia...

: 84 | : 0 | : Selasa, 28 November 2017 - 18:53
Tutup

Bagikan profil Henny