Masuk
Daftar
Close
Beranda
Edit Profil
Tulis Karya
Keluar
P
e
n
a
k
o
t
a
.
id

Pengikut Elenra

Elenra A

21
Pengikut
10
Mengikuti
Tentang Penulis
-
Tempat, Tanggal Lahir
- , 5 August, 1976
Username Penakota
penakota.id/penulis/EraElenra/
Media Sosial
Puisi
Cerpen

Cerpen Elenra

Elenra belum menulis satu pun Cerpen

Puisi Elenra

rindu jatuh di kotamu
Puisi

sore ini langit tenggara jawa barat cantik sekali dipulas jingga tampak semu manja berkilau secerah wajah orang yang sedang jatuh cinta garisgaris wajah lelakiku terus dirajut mega kenangan indah dituntun senja sepanjang kaki melangkah buat...

: 32 | : 0 | : Selasa, 15 Mei 2018 - 17:59

monolog semesta
Puisi

langit petang mengirim sekeranjang butiran-butiran bening yang mengubah hening menjadi nada di atas genting meski mereka belum sempat belajar mengenal partitur, namun rintik-rintik air berdenting mengalunkan komposisi melodi...

: 38 | : 0 | : Rabu, 18 April 2018 - 18:35

Namaku Poh
Puisi

Aku sebatang pohon tua yang selalu menunggu kehadiranmu Saat mentari masih menguap di atas sana Dan saat petang sedang berkemas tuk pulang Kadang kau berjalan dengan raut wajah lelah Kadang sebaliknya, dengan cerah ceria Aku senang kau...

: 22 | : 0 | : Selasa, 10 April 2018 - 20:32

sekarang pukul berapa?
Puisi

sudah sering kutanyakan pada jam di dinding rumah kita "sekarang pukul berapa?" dia selalu terdiam membisu mondar mandir ke kanan ke kiri seperti bingung ditanyakan waktu hanya bergumam : tik...tok...tik..tok nanti, bila saatnya tiba...

: 38 | : 0 | : Senin, 19 Maret 2018 - 16:57

Setengah Telanjang
Puisi

Siang ini langit setengah telanjang Tersingkap tabir rahasia yang sempat kau sembunyikan berbulan-bulan dihadapan matahari dan rembulan Tertulis gamblang katakata yang kau pertontonkan Atau mungkin hal biasa yang sering kau tujukan bagi para...

: 16 | : 0 | : Kamis, 15 Maret 2018 - 19:31

Inong Dari Ranah Rencong
Puisi

cantik rupa begitu molek meski tanpa solek berdarah ningrat, namun rela melarat demi negeri yang sekarat dzikir dan ayat suci setia membasahi bibir kering tanpa gincu hujan peluru luruh satupersatu dihadapan membasahi tubuh para pejuang...

: 17 | : 0 | : Senin, 5 Maret 2018 - 16:01

Adalah Puisi
Puisi

Puisi adalah panggung aksara dimana aku bebas bereskpresi memperagakan gemulai baitbait yang menari melakoni makna dari susunan huruf hidup dan mati memainkan ratusan peran larik dan diksi Adalah ruang yang...

: 41 | : 0 | : Sabtu, 3 Maret 2018 - 11:51

perginya baitbait puisi
Puisi

maaf, aku takmampu menahan baitbait puisi tuk tetap tinggal mereka memaksa pergi dari ruang sanubari yang telah kukunci rapatrapat dan lama takpernah kusinggahi aku sempat menyaksikan dari jendela kamar, ketika mereka berlari tergesagesa...

: 33 | : 0 | : Senin, 26 Februari 2018 - 09:10

sang penikmat aksara
Puisi

aku selalu merindu harum aroma tubuhmu yang klasik menyentuh lembut lekuk indahmu menyaksikan tiap kalimat yang tercatat mencumbui diksi yang seksi dan merasakan denyut fiksi yang puisi kutanggalkan halaman demi halaman perlahan menyusuri...

: 35 | : 0 | : Selasa, 20 Februari 2018 - 20:09

Membunuh Katakata
Puisi

kita bersua dalam ruang kedap suara tiada lagi puisi yang bisa kubacakan sebab satu persatu larik telah lama kupenggal mereka mati terkapar dan kukubur dalamdalam berpeluh isak meski masih tersisa katakata kupenjara mereka dalam...

: 22 | : 0 | : Selasa, 20 Februari 2018 - 05:34

aku dan kamu, jakarta
Puisi

aku tenang dipangkuan bis yang merayapi ibu kota menyaksikan pemandangan ruparupa selepas bekerja gedunggedung tinggi menjulang ada yang sendiri, berpasangan, atau berkelompok menunjukkan keangkuhan, penuh persaingan gagah di antara rumah...

: 41 | : 0 | : Minggu, 18 Februari 2018 - 07:11

Rindu Yang Kian Basah
Puisi

menggengam butiran kata-kata di pagi buta bersamaan dengan jatuhnya rinai air mata menengadah, meneteskan satu persatu dosa yang luruh dalam tempurung jiwa raja' dan khauf membasahi asa membanjiri sukma yang nelangsa, sebab kering ibadah kerontang...

: 105 | : 0 | : Rabu, 7 Februari 2018 - 08:33

puisi untuk putra putri
Puisi

pemuda, masih ingatkah dengan sumpah? dimana ikrar mengakar pada 28 Oktober menguatkan tubuh-tubuh yang sempat layu menumbuhkan putra dan putri indonesia untuk bertumpah darah yang satu pemuda, ke mana larinya semangat juang? semangat yang...

: 155 | : 0 | : Jumat, 27 Oktober 2017 - 09:53

mendadak lenyap
Puisi

kau membisu sejak kutanya "Ingin menyampaikan apa?" kau malah sibuk memilin-milin taplak meja yang baru selesai disulam nenek sore tadi menghitung puntung rokok dalam asbak sisa isapan bapak sesekali membunyikan jemari yang tampak lelah kau...

: 242 | : 0 | : Selasa, 24 Oktober 2017 - 20:18
Tutup

Bagikan profil Elenra