
Bab I — Rudi Hari ini aku tiba-tiba rindu Rudi, sahabatku sejak SMP. Rudi adalah seorang tunawicara. Dulu dia sering mengajariku bahasa isyarat. Aku masih ingat ba...

Sore di Kaliurang Kalau ada satu orang yang diam-diam mengubah cara pandangku terhadap politik, jawabannya selalu Rudi. Kami bersahabat sejak kelas dua SMP. Rudi bukan...

Sayangku, begitu sunyi jalan menuju ciuman ini, barangkali keadilan memang sedang sibuk, atau tersesat mencari alamat rakyatnya sendiri. Sayangku, begitu indah malam yang kita jala...

Bab 5 — Sekretariat yang Menjadi Rumah Kedua Firasatku ternyata benar. Setelah Arga menjadi Presiden Mahasiswa, hidupnya tidak lagi berjalan dalam hitungan hari, m...

Kamisan di Jogja selalu datang dengan cara yang aneh. Bukan hanya tentang orang-orang yang berkumpul di bawah langit sore, tetapi tentang perasaan yang pelan-pelan berubah menjadi ingatan.

Ada orang-orang yang hadir bukan karena suaranya paling lantang, melainkan karena cara berpikirnya mampu membuka banyak jendela. Bagiku, kakak adalah salah satunya. Keluasan cara memandang hidup da...
Jogja selalu punya cara untuk membuat seseorang ingin kembali, bahkan setelah pulang. Entah karena anginnya yang terasa lebih hangat saat malam, jalan-jalannya yang tidak pernah be...
Aku kehilangan orientasi waktu, dibalik jeruji sel yang setiap paginya selalu tampak sama. Orang-orang menyebutku tapol, tahanan politik— label yang mestiny...

Sedangkan aku, anak revolusi, lahir dari kegentingan kelas bawah. Darahku adalah darah proletar, mengalir dari peluh kaum tani yang menanam padi namun dibiarkan lapar; dari tangan yang lebih akrab...

Di dunia yang bergerak cepat seperti sekarang, kita sering merasa bahwa langkah-langkah kecil tidak cukup berarti. Tapi jika kita kembali melihat sejarah, kita tahu: revolusi besar selal...
