Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya

Shinta Tiara

Banggai

2

Mengikuti

11

Pengikut

Shinta Tiara

Banggai
Tentang Penulis

Write drunk; edit sober.

Tempat,tanggal lahir

Banggai, 10 Oktober 1997

Media Sosial

Semua

(13)

Puisi

(4)

Cerpen

(9)

Naskah Drama

(0)

Resensi

(0)
Rabu 12 Desember 2018

Duniaku tidak lebih dari kamar berukuran tiga kali tiga. Sepulang bekerja aku akan langsung masuk kamar. Menyembunyikan diri dalam selimut dan hanya menyingkapnya sebatas dada. Televisi adalah satu-satunya sumber cahaya. Lampu kamar jarang menyala sebab aku percaya...

0 Penulis Terpikat
0
49
Rabu 05 Desember 2018
-

Aku ingin mengirim tiket untuk diriku sendiri agar bisa mengembara keluar dari penjara Aku ingin memberinya hadiah sebuah peluk yang kemudian merupa rumah Aku ingin berbisik pada aku yang lain yang diam dan bersembunyi Keluarlah ada cahaya.

0 Penulis Terpikat
0
43
Kamis 22 November 2018
-

Hujan belum sempat reda, titik-titik air di kaca jendela saja belum hilang, tapi kamu sudah mengeluarkan kata yang sanggup membuat hujan turun mengguyur lebih deras. Bukan di luar. Tapi di sini, tepat di pipiku. "Ram, aku ingin kita berpisah saja." Ah, bagaimana...

0 Penulis Terpikat
0
51
Senin 05 November 2018
-

"Kalau aku menelepon, kamu angkat tidak?" aku mengetuk jemari ke meja, menimbang-nimbang jawaban yang tepat. Jika ini bertahun yang lalu, sudah tentu aku menjawab iya. "Entah, kamu coba saja." Jawabku pada akhirnya. Kamu tampak gusar, tak puas dengan jawaban...

0 Penulis Terpikat
0
71
Minggu 28 Oktober 2018

Mana pernah aku menduga bis kecil ini sanggup melaju cepat. Melihat penampakannya pertama kali saja aku ragu. Bagaimana tidak? besi berkarat mudah ku temui di beberapa bagian, jok tempat duduknya sudah kusam, asap knalpotnya pun mengebul seakan mengeluh kelelahan. T...

0 Penulis Terpikat
0
81
Jumat 21 September 2018

"Bagaimana kalau kita bertemu? agar semua yang kita punya tidak berhenti di layar handphone saja." Kalau begitu aku tunggu kamu di sini. "Tapi aku tidak punya waktu luang." Oke. Aku yang akan berangkat. Tapi kamu harus bersabar, dua atau tiga bulan lagi. Bia...

0 Penulis Terpikat
0
60
Kamis 20 September 2018

Tidak ada lagi yang sama, Warung lotek favoritmu sudah pindah entah kemana. Warung berderet di belakang kampus dulu sudah habis digusur. Jalan kabut makin ramai, Angkringan makin sedikit, tongkrongan makin banyak. Kampus sudah beda. Semua tanaman kering, maklum se...

0 Penulis Terpikat
0
138
Sabtu 04 Agustus 2018
-

1. "Berapa ya jumlah butiran pasir di pantai ini?" Kenapa kamu bertanya hal yang memusingkan kepala? Kita sedang berlibur di antara waktumu yang singkat dan jadwal saya yang padat. Saya sudah cukup senang bisa bersama kamu saat ini, melihat kamu tertawa karena l...

0 Penulis Terpikat
0
113
Sabtu 28 Juli 2018
-

Langitnya sedang cantik. Kemarin-kemarin hujan, sore ini untungnya tidak. Kamu resmi kembali bertugas jadi supir, tersenyum sambil menyetir. Aku kebagian peran jadi penumpang, tugasku duduk di belakang dan membuatmu senang. Entah dengan lawakan atau pun pelukan. "Turu...

0 Penulis Terpikat
0
154
Kamis 26 Juli 2018
-

Tempo hari aku ke kedai kopi dan teringat kamu. Jangan tanya apa kaitannya, jelas nggak ada. Namanya juga lagi rindu. Semua sah-sah saja kan? Saat membayar, aku melihat struknya sambil senyum-senyum. Mas kasirnya sampai nglirik, mungkin takut aku kesurupan. Hehe, ma...

0 Penulis Terpikat
0
54
Jumat 20 Juli 2018
-

Di meja penuh jajanan dan perutku keroncongan aku ingin sekali mencicipi apa saja yang tak mampu ku beli donat, onde-onde, kue lumpur, tahu bakso, dan kau.

0 Penulis Terpikat
0
73
Kamis 19 Juli 2018

Kerjakan yang ini Kerjakan yang itu Aku dikutuk jadi batu

0 Penulis Terpikat
0
44
Kamis 19 Juli 2018

Aku ingin memaknai pulang sebagai kata benda biar setelahnya aku tak lelah apabila ia tetap menjelma kata kerja Aku ingin berandai-andai punya rumah biar tidak perlu merasa tersesat atau kehilangan peta Ah kepalaku pening aku lupa mengonsumsi kafein

0 Penulis Terpikat
0
65
Rabu 12 Desember 2018

Duniaku tidak lebih dari kamar berukuran tiga kali tiga. Sepulang bekerja aku akan langsung masuk kamar. Menyembunyikan diri dalam selimut dan hanya menyingkapnya sebatas dada. Televisi adalah satu-satunya sumber cahaya. Lampu kamar jarang menyala sebab aku percaya...

0 Penulis Terpikat
0
49
Kamis 22 November 2018
-

Hujan belum sempat reda, titik-titik air di kaca jendela saja belum hilang, tapi kamu sudah mengeluarkan kata yang sanggup membuat hujan turun mengguyur lebih deras. Bukan di luar. Tapi di sini, tepat di pipiku. "Ram, aku ingin kita berpisah saja." Ah, bagaimana...

0 Penulis Terpikat
0
51
Senin 05 November 2018
-

"Kalau aku menelepon, kamu angkat tidak?" aku mengetuk jemari ke meja, menimbang-nimbang jawaban yang tepat. Jika ini bertahun yang lalu, sudah tentu aku menjawab iya. "Entah, kamu coba saja." Jawabku pada akhirnya. Kamu tampak gusar, tak puas dengan jawaban...

0 Penulis Terpikat
0
71
Minggu 28 Oktober 2018

Mana pernah aku menduga bis kecil ini sanggup melaju cepat. Melihat penampakannya pertama kali saja aku ragu. Bagaimana tidak? besi berkarat mudah ku temui di beberapa bagian, jok tempat duduknya sudah kusam, asap knalpotnya pun mengebul seakan mengeluh kelelahan. T...

0 Penulis Terpikat
0
81
Jumat 21 September 2018

"Bagaimana kalau kita bertemu? agar semua yang kita punya tidak berhenti di layar handphone saja." Kalau begitu aku tunggu kamu di sini. "Tapi aku tidak punya waktu luang." Oke. Aku yang akan berangkat. Tapi kamu harus bersabar, dua atau tiga bulan lagi. Bia...

0 Penulis Terpikat
0
60
Kamis 20 September 2018

Tidak ada lagi yang sama, Warung lotek favoritmu sudah pindah entah kemana. Warung berderet di belakang kampus dulu sudah habis digusur. Jalan kabut makin ramai, Angkringan makin sedikit, tongkrongan makin banyak. Kampus sudah beda. Semua tanaman kering, maklum se...

0 Penulis Terpikat
0
138
Sabtu 04 Agustus 2018
-

1. "Berapa ya jumlah butiran pasir di pantai ini?" Kenapa kamu bertanya hal yang memusingkan kepala? Kita sedang berlibur di antara waktumu yang singkat dan jadwal saya yang padat. Saya sudah cukup senang bisa bersama kamu saat ini, melihat kamu tertawa karena l...

0 Penulis Terpikat
0
113
Sabtu 28 Juli 2018
-

Langitnya sedang cantik. Kemarin-kemarin hujan, sore ini untungnya tidak. Kamu resmi kembali bertugas jadi supir, tersenyum sambil menyetir. Aku kebagian peran jadi penumpang, tugasku duduk di belakang dan membuatmu senang. Entah dengan lawakan atau pun pelukan. "Turu...

0 Penulis Terpikat
0
154
Kamis 26 Juli 2018
-

Tempo hari aku ke kedai kopi dan teringat kamu. Jangan tanya apa kaitannya, jelas nggak ada. Namanya juga lagi rindu. Semua sah-sah saja kan? Saat membayar, aku melihat struknya sambil senyum-senyum. Mas kasirnya sampai nglirik, mungkin takut aku kesurupan. Hehe, ma...

0 Penulis Terpikat
0
54
Rabu 05 Desember 2018
-

Aku ingin mengirim tiket untuk diriku sendiri agar bisa mengembara keluar dari penjara Aku ingin memberinya hadiah sebuah peluk yang kemudian merupa rumah Aku ingin berbisik pada aku yang lain yang diam dan bersembunyi Keluarlah ada cahaya.

0 Penulis Terpikat
0
43
Jumat 20 Juli 2018
-

Di meja penuh jajanan dan perutku keroncongan aku ingin sekali mencicipi apa saja yang tak mampu ku beli donat, onde-onde, kue lumpur, tahu bakso, dan kau.

0 Penulis Terpikat
0
73
Kamis 19 Juli 2018

Kerjakan yang ini Kerjakan yang itu Aku dikutuk jadi batu

0 Penulis Terpikat
0
44
Kamis 19 Juli 2018

Aku ingin memaknai pulang sebagai kata benda biar setelahnya aku tak lelah apabila ia tetap menjelma kata kerja Aku ingin berandai-andai punya rumah biar tidak perlu merasa tersesat atau kehilangan peta Ah kepalaku pening aku lupa mengonsumsi kafein

0 Penulis Terpikat
0
65
Shinta belum menulis satupun Naskah Drama
Shinta belum menulis satupun Resensi

Bagikan Profil

Pilih salah satu pilihan dibawah

Shinta