Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya

Mawar Hijati

Bogor

6

Mengikuti

11

Pengikut

Mawar Hijati

Bogor
Tentang Penulis

berduri dan mencintai bumi.

Tempat,tanggal lahir

Bogor, 12 April 1997

Media Sosial

Semua

(9)

Puisi

(8)

Cerpen

(1)

Naskah Drama

(0)

Resensi

(0)
Sabtu 12 Oktober 2019

seorang perempuan berdansa dengan bayangan sendiri digenggamnya kedua tangan bersama sayat-sayat perih matanya terlempar pada kau yang berdiam diri tersenyum tapi terisak merelakan tapi menginginkan katamu dia adalah yang kau puja sampai selamanya dan berkatmu, ia tak p...

1 Penulis Terpikat
0
8
Selasa 18 Juni 2019

mari kita rayakan hati yang patah ini: hatiku yang dipatahkan kau dan dipatahkan hatimu olehku. manusia menyebutnya perpisahan, aku menyebutnya ketiadaan kata pada sajak-sajak kita. gemuruh berisik di dalam hati dan juga isi kepala, ta...

2 Penulis Terpikat
0
56
Kamis 30 Mei 2019

barangkali sapardi akan menertawakan kita yang tak henti berseteru soal mau mencintai dengan rumit atau dengan sederhana. kopi di atas meja juga diam-diam merasa geli melihat kita yang saling berhadapan tapi membangun batas, membangun tembok yang harus lebih tinggi dari...

14 Penulis Terpikat
1
161
Rabu 29 Mei 2019

aku menulis puisi untukmu sekarang meski tubuhmu entah di mana entah rindu aku atau tidak tapi satu malam kita pernah berbincang aku dan kau yang saling meminta untuk jangan pernah meninggalkan hujan turun tapi tidak berisik angin semilir t...

3 Penulis Terpikat
0
69
Kamis 16 Mei 2019

pikirmu, siapa yang siap dengan perpisahan? kedatangannya, meski sudah bisa diduga, tetap saja bikin luka. hari ini, menangislah jika kau menginginkannya. perpisahan itu telah datang. mengetuk dan menunggu di depan pintu rumahmu. sambutlah ia. berikan jamuan air matamu...

0 Penulis Terpikat
0
43
Selasa 14 Mei 2019

“Pria itu sudah punya istri.” Akhirnya dia membuka suara, setelah hampir satu jam kami sama-sama berteduh di halte yang kosong ini. Tubuhnya masih basah kuyup, hujan belum juga reda. Dan entah bagaimana, tak satu pun bus menghampiri kami. Semesta seakan-akan ingin menah...

2 Penulis Terpikat
0
54
Senin 13 Mei 2019

hari itu kamu datang tepat setelah hujan reda. basah kuyup, menggigil, dan tampan. aku tersenyum. senang, sebab yang kunanti akhirnya telah datang. kau kedinginan tapi kita baik-baik saja. setidaknya, untuk hari itu. tapi hari ini adalah hari yang lain...

7 Penulis Terpikat
0
142
Minggu 12 Mei 2019

matamu adalah labirin yang diciptakan semesta untuk bikin aku tersesat. baru kemarin aku menatapnya: teduh dan ada aku. sudah beberapa waktu aku hidup dan tidur di dalamnya. tak ada pintu keluar; sebab aku maunya memang begitu.

0 Penulis Terpikat
0
89
Minggu 12 Mei 2019

aku pernah mencintai langit: indah, tapi tak sampai. aku pernah mencintai senja: jingga, lalu sekejap hilang. aku pernah mencintai laut: tenang, kemudian tenggelam.

0 Penulis Terpikat
0
46
Selasa 14 Mei 2019

“Pria itu sudah punya istri.” Akhirnya dia membuka suara, setelah hampir satu jam kami sama-sama berteduh di halte yang kosong ini. Tubuhnya masih basah kuyup, hujan belum juga reda. Dan entah bagaimana, tak satu pun bus menghampiri kami. Semesta seakan-akan ingin menah...

2 Penulis Terpikat
0
54
Sabtu 12 Oktober 2019

seorang perempuan berdansa dengan bayangan sendiri digenggamnya kedua tangan bersama sayat-sayat perih matanya terlempar pada kau yang berdiam diri tersenyum tapi terisak merelakan tapi menginginkan katamu dia adalah yang kau puja sampai selamanya dan berkatmu, ia tak p...

1 Penulis Terpikat
0
8
Selasa 18 Juni 2019

mari kita rayakan hati yang patah ini: hatiku yang dipatahkan kau dan dipatahkan hatimu olehku. manusia menyebutnya perpisahan, aku menyebutnya ketiadaan kata pada sajak-sajak kita. gemuruh berisik di dalam hati dan juga isi kepala, ta...

2 Penulis Terpikat
0
56
Kamis 30 Mei 2019

barangkali sapardi akan menertawakan kita yang tak henti berseteru soal mau mencintai dengan rumit atau dengan sederhana. kopi di atas meja juga diam-diam merasa geli melihat kita yang saling berhadapan tapi membangun batas, membangun tembok yang harus lebih tinggi dari...

14 Penulis Terpikat
1
161
Rabu 29 Mei 2019

aku menulis puisi untukmu sekarang meski tubuhmu entah di mana entah rindu aku atau tidak tapi satu malam kita pernah berbincang aku dan kau yang saling meminta untuk jangan pernah meninggalkan hujan turun tapi tidak berisik angin semilir t...

3 Penulis Terpikat
0
69
Kamis 16 Mei 2019

pikirmu, siapa yang siap dengan perpisahan? kedatangannya, meski sudah bisa diduga, tetap saja bikin luka. hari ini, menangislah jika kau menginginkannya. perpisahan itu telah datang. mengetuk dan menunggu di depan pintu rumahmu. sambutlah ia. berikan jamuan air matamu...

0 Penulis Terpikat
0
43
Senin 13 Mei 2019

hari itu kamu datang tepat setelah hujan reda. basah kuyup, menggigil, dan tampan. aku tersenyum. senang, sebab yang kunanti akhirnya telah datang. kau kedinginan tapi kita baik-baik saja. setidaknya, untuk hari itu. tapi hari ini adalah hari yang lain...

7 Penulis Terpikat
0
142
Minggu 12 Mei 2019

matamu adalah labirin yang diciptakan semesta untuk bikin aku tersesat. baru kemarin aku menatapnya: teduh dan ada aku. sudah beberapa waktu aku hidup dan tidur di dalamnya. tak ada pintu keluar; sebab aku maunya memang begitu.

0 Penulis Terpikat
0
89
Minggu 12 Mei 2019

aku pernah mencintai langit: indah, tapi tak sampai. aku pernah mencintai senja: jingga, lalu sekejap hilang. aku pernah mencintai laut: tenang, kemudian tenggelam.

0 Penulis Terpikat
0
46
Mawar belum menulis satupun Naskah Drama
Mawar belum menulis satupun Resensi

Bagikan Profil

Pilih salah satu pilihan dibawah

Mawar