Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya

Ariqy Raihan

Jakarta

3

Mengikuti

10

Pengikut

Ariqy Raihan

Jakarta
Tentang Penulis

Senang menulis dan bicara tentang sepakbola

Tempat,tanggal lahir

Jakarta, 27 November 1994

Media Sosial

Semua

(14)

Puisi

(8)

Cerpen

(6)

Naskah Drama

(0)

Resensi

(0)
Selasa 22 Januari 2019

Apa gunanya wajah jika hanya menjadi siluet kemunafikan? Pada suatu waktu, Nizam mempertanyakan Tuhan mengapa dia diberi wajah. Alasannya sederhana, jika memang dia diberi wajah untuk bisa menarik perhatian wanita, dia akan bersyukur. Jika dia diberi wajah agar orang...

0 Penulis Terpikat
0
24
Rabu 09 Januari 2019

Pagi-pagi Milana terpaksa mencuci seprei milik Tuannya dengan buru-buru. Noda yang melekat susah dihilangkan dengan air saja. Tuannya sudah berangkat ke pusat kota setengah jam yang lalu. Pria kaya raya pemilik toko emas. Kabarnya, saking kayanya, dia bisa membeli dua g...

1 Penulis Terpikat
1
63
Senin 15 Oktober 2018

Benul; begini caraku mengabadikanmu pada tetiap percakapan penanda, di setiap pagi yang kujalani selalu ada kamu

0 Penulis Terpikat
0
51
Senin 15 Oktober 2018

"When?" Is the question I never ask but, you already answered it. "Tomorrow," You said—as the rain tears down from your eyes If 24 hours is the distance that never last, how should I spend the rest of my days

0 Penulis Terpikat
0
24
Senin 15 Oktober 2018

Di rimbun kepalamu, aku mencari jalan keluar dari perpustakaan tua dan berdebu tiada label apa pun hanya nama-nama asing kupikir, berkunjung ke sana akan jadi wisata di antara kesunyian kota mati kota yang kita singgahi sekian lama--berjanji takkan ang...

0 Penulis Terpikat
0
34
Selasa 11 September 2018

Kenangan itu dulu rimbun di kepala; menggersang setelah kaubakar dengan sepasang kata penuh luka itu Barangkali, masih ada peluang bertahan. Barangkali, kau masih ingat jalan pulang ke hatiku.

1 Penulis Terpikat
0
36
Rabu 04 April 2018

Aku terjebak dalam kepalaku sendiri tersesat di lorong ingatan silam, tiada jendela ‘tuk mengintip jalan pulang —ke dalam ruang pikiranmu di ujung, aku bertemu sepasang rindu yang memalu saling berkenalan kubertanya, barangkali mereka tahu jalan...

0 Penulis Terpikat
0
45
Kamis 22 Februari 2018

Baik-baik saja. Konsep kosong. Segalanya tidak akan berjalan semestinya selama hujan terus menderas. Seperti kenangan yang tidak pernah tandas. Selalu berkelindan. Mungkin menunggu badai bernama penyesalan yang membuatnya kandas. Ayah, Ibu, kekasih. Mereka sama s...

0 Penulis Terpikat
0
50
Kamis 22 Februari 2018

Derap langkah menjauh hanyalah prasasti dan kepergianmu ialah sejarah; hinggap di serat-serat yang menguning

0 Penulis Terpikat
0
117
Kamis 22 Februari 2018

Jarak itu sederhana: kamu di pelaminan sementara aku ada di barisan tamu yang kehilangan

0 Penulis Terpikat
0
53
Jumat 19 Januari 2018
-

Aku percaya setiap manusia pernah melakukan kesalahan—besar atau kecil—dan ternyata kamu meyakini sebaliknya. Kata maaf hanya sebatas tulisan kosong; kamu telah melupakan makna dari "maaf" dan meyakini perkataan itu hanya sebuah pertahanan dari seseorang yang telah berb...

0 Penulis Terpikat
0
66
Rabu 13 Desember 2017
-

Suatu waktu, aku ingin menginap di buku harianmu Menjelma kertas, goresan pena atas resah dan kesah di dadamu Aku ingin kita saling menyatu seperti benda yang selalu diantarkan pak pos melalui kotak besi depan rumah atau ketukan pin...

0 Penulis Terpikat
0
112
Rabu 13 Desember 2017
-

Mengapa selalu kepergian yang bisa menolong seseorang untuk berteriak seperti tertusuk-tusuk tombak? Jauh-jauh hari Lisa sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia takkan menangis. Dia sudah berusia lima belas tahun dan dia merasa takperlu lagi basah berderai. Dia b...

0 Penulis Terpikat
0
112
Rabu 13 Desember 2017
-

Karmin meninggal tertabrak mobil pukul sebelas pagi ketika keluar dari toko buku sembari membaca bab kedua Kitab Pertanyaan karangan Pablo Neruda. Dua orang saksi, wanita tua bersyal putih dan berparka cokelat dan wanita berambut merah berwajah lengkung, menjengit dan b...

0 Penulis Terpikat
0
244
Selasa 22 Januari 2019

Apa gunanya wajah jika hanya menjadi siluet kemunafikan? Pada suatu waktu, Nizam mempertanyakan Tuhan mengapa dia diberi wajah. Alasannya sederhana, jika memang dia diberi wajah untuk bisa menarik perhatian wanita, dia akan bersyukur. Jika dia diberi wajah agar orang...

0 Penulis Terpikat
0
24
Rabu 09 Januari 2019

Pagi-pagi Milana terpaksa mencuci seprei milik Tuannya dengan buru-buru. Noda yang melekat susah dihilangkan dengan air saja. Tuannya sudah berangkat ke pusat kota setengah jam yang lalu. Pria kaya raya pemilik toko emas. Kabarnya, saking kayanya, dia bisa membeli dua g...

1 Penulis Terpikat
1
63
Kamis 22 Februari 2018

Baik-baik saja. Konsep kosong. Segalanya tidak akan berjalan semestinya selama hujan terus menderas. Seperti kenangan yang tidak pernah tandas. Selalu berkelindan. Mungkin menunggu badai bernama penyesalan yang membuatnya kandas. Ayah, Ibu, kekasih. Mereka sama s...

0 Penulis Terpikat
0
50
Jumat 19 Januari 2018
-

Aku percaya setiap manusia pernah melakukan kesalahan—besar atau kecil—dan ternyata kamu meyakini sebaliknya. Kata maaf hanya sebatas tulisan kosong; kamu telah melupakan makna dari "maaf" dan meyakini perkataan itu hanya sebuah pertahanan dari seseorang yang telah berb...

0 Penulis Terpikat
0
66
Rabu 13 Desember 2017
-

Mengapa selalu kepergian yang bisa menolong seseorang untuk berteriak seperti tertusuk-tusuk tombak? Jauh-jauh hari Lisa sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia takkan menangis. Dia sudah berusia lima belas tahun dan dia merasa takperlu lagi basah berderai. Dia b...

0 Penulis Terpikat
0
112
Rabu 13 Desember 2017
-

Karmin meninggal tertabrak mobil pukul sebelas pagi ketika keluar dari toko buku sembari membaca bab kedua Kitab Pertanyaan karangan Pablo Neruda. Dua orang saksi, wanita tua bersyal putih dan berparka cokelat dan wanita berambut merah berwajah lengkung, menjengit dan b...

0 Penulis Terpikat
0
244
Senin 15 Oktober 2018

Benul; begini caraku mengabadikanmu pada tetiap percakapan penanda, di setiap pagi yang kujalani selalu ada kamu

0 Penulis Terpikat
0
51
Senin 15 Oktober 2018

"When?" Is the question I never ask but, you already answered it. "Tomorrow," You said—as the rain tears down from your eyes If 24 hours is the distance that never last, how should I spend the rest of my days

0 Penulis Terpikat
0
24
Senin 15 Oktober 2018

Di rimbun kepalamu, aku mencari jalan keluar dari perpustakaan tua dan berdebu tiada label apa pun hanya nama-nama asing kupikir, berkunjung ke sana akan jadi wisata di antara kesunyian kota mati kota yang kita singgahi sekian lama--berjanji takkan ang...

0 Penulis Terpikat
0
34
Selasa 11 September 2018

Kenangan itu dulu rimbun di kepala; menggersang setelah kaubakar dengan sepasang kata penuh luka itu Barangkali, masih ada peluang bertahan. Barangkali, kau masih ingat jalan pulang ke hatiku.

1 Penulis Terpikat
0
36
Rabu 04 April 2018

Aku terjebak dalam kepalaku sendiri tersesat di lorong ingatan silam, tiada jendela ‘tuk mengintip jalan pulang —ke dalam ruang pikiranmu di ujung, aku bertemu sepasang rindu yang memalu saling berkenalan kubertanya, barangkali mereka tahu jalan...

0 Penulis Terpikat
0
45
Kamis 22 Februari 2018

Derap langkah menjauh hanyalah prasasti dan kepergianmu ialah sejarah; hinggap di serat-serat yang menguning

0 Penulis Terpikat
0
117
Kamis 22 Februari 2018

Jarak itu sederhana: kamu di pelaminan sementara aku ada di barisan tamu yang kehilangan

0 Penulis Terpikat
0
53
Rabu 13 Desember 2017
-

Suatu waktu, aku ingin menginap di buku harianmu Menjelma kertas, goresan pena atas resah dan kesah di dadamu Aku ingin kita saling menyatu seperti benda yang selalu diantarkan pak pos melalui kotak besi depan rumah atau ketukan pin...

0 Penulis Terpikat
0
112
Ariqy belum menulis satupun Naskah Drama
Ariqy belum menulis satupun Resensi

Bagikan Profil

Pilih salah satu pilihan dibawah

Ariqy