Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya

Muhammad Daffa

Banjarbaru

3

Mengikuti

8

Pengikut

Muhammad Daffa

Banjarbaru
Tentang Penulis

penikmat sastra, pecandu kata

Tempat,tanggal lahir

Banjarbaru, 25 Februari 1999

Media Sosial

Semua

(15)

Puisi

(13)

Cerpen

(2)

Naskah Drama

(0)

Resensi

(0)
Rabu 16 Januari 2019

seseorang yang tak bernama memilih pejam di sana. memilih pejam dalam hening danau matamu. mata yang bertumbuhan sungai-sungai. pepohonan yang lupa pada dosa pertama, tanah yang membentuk rupa Adam, lelaki pertama yang mengecap kenestapaan dosa. dosa yang terbilang-bila...

0 Penulis Terpikat
0
9
Sabtu 12 Januari 2019

yang padamu kueja menjadi Nama nama yang lama mencuri detak gerimis, angan-angan mengendap di kedalaman luka luka yang diarsir dari ziarah darah "berbulir zikir menyebut beratus paras paras yang lama hilang dalam rumah-rumah tubuhmu mengubur riwayat kita...

0 Penulis Terpikat
0
10
Selasa 08 Januari 2019

I di tubuhmu, puisi para penyair memahat tinta mereka dengan bahasa rindu yang tak mampu dilafalkan malam malam yang luka II di tubuhmu, puisi para penyair memahat air mata kota-kota air mata tanah, pohon-pohon yang kehilangan madah sekadar bersap...

0 Penulis Terpikat
0
8
Minggu 23 Desember 2018

aku memilih pejam di mata sungai. hangat. tenteram. tak ada yang uring-uringan. aku memilih lelap dalam angan-angan sungai, juga angin-angin yang sesekali singgah di permukaannya lesapkan aku dalam candumu, agar rekah segala kata. agar nyala segala makna kehampaan. a...

0 Penulis Terpikat
0
7
Kamis 13 Desember 2018

Kau datang setelah ruap hujan Menampung sedih di halaman. Seorang anak berlari ke dekap angin Kepada dekap musim. Ada yang ingin kembali Setelah kau datang. Ada yang tak ingin pergi Setelah kau datang. Atau tak datang. Kau datang Beriring luap hujan...

0 Penulis Terpikat
0
14
Senin 03 Desember 2018

kau mendengar lengking mereka di sepi taman sebuah malam lengkap tersusun; hujan dan seorang bocah yang kedinginan yang menanti gerimis reda ayun musim di pohon-pohon aku mendengar lengking bunga di sepi taman malam lengkap menyusun; seorang lelaki tua d...

0 Penulis Terpikat
0
14
Selasa 27 November 2018

aku bayangkan langit tumpah ke dalam kita aku bayangkan langit luruh ke dalam kita karena kita sebaik-baik ruang bagi seluruh pulang. langit yang pendiam memilih bersendiri dalam kita, dalam dirimu mengalir sungai-sungai. aku bayangkan cahaya me...

0 Penulis Terpikat
0
18
Senin 19 November 2018

I kami menduga kau berjalan-jalan bersama kenangan tentang kota tentang rindu yang terbunuh moncong senapan II di ujung minggu orang-orang ramai membicarakanmu orang-orang ramai membicarakan kau yang menghilang ke dunia antah-berantah III "saya...

0 Penulis Terpikat
0
16
Sabtu 17 November 2018

Siapa yang datang padamu di malam-malam penghujan ketika aku tak ada dan kau terpekur sendirian di atas sofa membayangkan daun-daun di pekarangan menyuling air mata dalam jejak-jejak gerimis? siapa yang datang padamu di malam-malam lelap ketika aku sepenuhnya memah...

0 Penulis Terpikat
0
18
Kamis 08 November 2018

ini kamis yang tak biasa. sajak-sajakku berlarian ke halaman hujan. hujan yang rindang. tubuhmu berlabuh pada seluruh curahnya. membaca potongan-potongan langit yang gugur serupa musim. "hujan, hujan yang datang membawa nyanyi kekosongan, biarkan aku takjub pada sel...

0 Penulis Terpikat
0
11
Senin 05 November 2018

aku ingin menuliskanmu sebagai kekasih yang jauh dalam ingatan aku ingin menuliskanmu sebagai kekasih yang pernah singgah dan membaca seluruh sajak-sajak sunyi dalam diriku "padamu kah seluruh rindu, nyanyian kecemasan itu?" "padamu kah seluruh harapan, da...

0 Penulis Terpikat
0
20
Senin 08 Oktober 2018

: budhi setyawan di ranting-ranting kesunyian Kudendangkan cemas Menggunung doamu Yang luruh menyebut aku. aku setia mencarimu berbekal bulir-bulir zikir jantungku khatam mengejamu seluruh. aku mencari jejakmu di rimbun malam tapi yang kudapati hanya s...

0 Penulis Terpikat
0
27
Sabtu 18 Agustus 2018

hujan di pekaranganmu dua pekan lalu mengurung berjuta tanya atas tafsir-tafsir alam menggigil dalam raga penuh kebisingan suara. kau coba menguak batas sepi, membaca diri yang kehilangan perangai musim. perjalanan doa, sudahkah khusyuk dan asyik? mengasingkan deru...

0 Penulis Terpikat
0
32
Selasa 31 Juli 2018

atas halaman-halaman yang terluka, kita terpekur membasuh diri pada celahnya yang menganak arus. kau menamakannya kamar persinggahan. bagi raga yang letih mengelana. aku mengarak langit dalam ruang, membaca kita yang tak terlacak, menguak keberadaan kita yang tak terba...

0 Penulis Terpikat
0
67
Rabu 11 Juli 2018

SEORANG kata berjalan seorang diri di tengah-tengah kota yang penuh kemacetan. ia tak mengerti harus datang dan bertamu ke rumah siapa. sebab nyatanya ia tak pernah punya kawan bermain-main makna. karena kata dianggap seorang yang kehilangan ramai dalam dirinya. ramai b...

0 Penulis Terpikat
0
60
Rabu 16 Januari 2019

seseorang yang tak bernama memilih pejam di sana. memilih pejam dalam hening danau matamu. mata yang bertumbuhan sungai-sungai. pepohonan yang lupa pada dosa pertama, tanah yang membentuk rupa Adam, lelaki pertama yang mengecap kenestapaan dosa. dosa yang terbilang-bila...

0 Penulis Terpikat
0
9
Rabu 11 Juli 2018

SEORANG kata berjalan seorang diri di tengah-tengah kota yang penuh kemacetan. ia tak mengerti harus datang dan bertamu ke rumah siapa. sebab nyatanya ia tak pernah punya kawan bermain-main makna. karena kata dianggap seorang yang kehilangan ramai dalam dirinya. ramai b...

0 Penulis Terpikat
0
60
Sabtu 12 Januari 2019

yang padamu kueja menjadi Nama nama yang lama mencuri detak gerimis, angan-angan mengendap di kedalaman luka luka yang diarsir dari ziarah darah "berbulir zikir menyebut beratus paras paras yang lama hilang dalam rumah-rumah tubuhmu mengubur riwayat kita...

0 Penulis Terpikat
0
10
Selasa 08 Januari 2019

I di tubuhmu, puisi para penyair memahat tinta mereka dengan bahasa rindu yang tak mampu dilafalkan malam malam yang luka II di tubuhmu, puisi para penyair memahat air mata kota-kota air mata tanah, pohon-pohon yang kehilangan madah sekadar bersap...

0 Penulis Terpikat
0
8
Minggu 23 Desember 2018

aku memilih pejam di mata sungai. hangat. tenteram. tak ada yang uring-uringan. aku memilih lelap dalam angan-angan sungai, juga angin-angin yang sesekali singgah di permukaannya lesapkan aku dalam candumu, agar rekah segala kata. agar nyala segala makna kehampaan. a...

0 Penulis Terpikat
0
7
Kamis 13 Desember 2018

Kau datang setelah ruap hujan Menampung sedih di halaman. Seorang anak berlari ke dekap angin Kepada dekap musim. Ada yang ingin kembali Setelah kau datang. Ada yang tak ingin pergi Setelah kau datang. Atau tak datang. Kau datang Beriring luap hujan...

0 Penulis Terpikat
0
14
Senin 03 Desember 2018

kau mendengar lengking mereka di sepi taman sebuah malam lengkap tersusun; hujan dan seorang bocah yang kedinginan yang menanti gerimis reda ayun musim di pohon-pohon aku mendengar lengking bunga di sepi taman malam lengkap menyusun; seorang lelaki tua d...

0 Penulis Terpikat
0
14
Selasa 27 November 2018

aku bayangkan langit tumpah ke dalam kita aku bayangkan langit luruh ke dalam kita karena kita sebaik-baik ruang bagi seluruh pulang. langit yang pendiam memilih bersendiri dalam kita, dalam dirimu mengalir sungai-sungai. aku bayangkan cahaya me...

0 Penulis Terpikat
0
18
Senin 19 November 2018

I kami menduga kau berjalan-jalan bersama kenangan tentang kota tentang rindu yang terbunuh moncong senapan II di ujung minggu orang-orang ramai membicarakanmu orang-orang ramai membicarakan kau yang menghilang ke dunia antah-berantah III "saya...

0 Penulis Terpikat
0
16
Sabtu 17 November 2018

Siapa yang datang padamu di malam-malam penghujan ketika aku tak ada dan kau terpekur sendirian di atas sofa membayangkan daun-daun di pekarangan menyuling air mata dalam jejak-jejak gerimis? siapa yang datang padamu di malam-malam lelap ketika aku sepenuhnya memah...

0 Penulis Terpikat
0
18
Kamis 08 November 2018

ini kamis yang tak biasa. sajak-sajakku berlarian ke halaman hujan. hujan yang rindang. tubuhmu berlabuh pada seluruh curahnya. membaca potongan-potongan langit yang gugur serupa musim. "hujan, hujan yang datang membawa nyanyi kekosongan, biarkan aku takjub pada sel...

0 Penulis Terpikat
0
11
Senin 05 November 2018

aku ingin menuliskanmu sebagai kekasih yang jauh dalam ingatan aku ingin menuliskanmu sebagai kekasih yang pernah singgah dan membaca seluruh sajak-sajak sunyi dalam diriku "padamu kah seluruh rindu, nyanyian kecemasan itu?" "padamu kah seluruh harapan, da...

0 Penulis Terpikat
0
20
Senin 08 Oktober 2018

: budhi setyawan di ranting-ranting kesunyian Kudendangkan cemas Menggunung doamu Yang luruh menyebut aku. aku setia mencarimu berbekal bulir-bulir zikir jantungku khatam mengejamu seluruh. aku mencari jejakmu di rimbun malam tapi yang kudapati hanya s...

0 Penulis Terpikat
0
27
Sabtu 18 Agustus 2018

hujan di pekaranganmu dua pekan lalu mengurung berjuta tanya atas tafsir-tafsir alam menggigil dalam raga penuh kebisingan suara. kau coba menguak batas sepi, membaca diri yang kehilangan perangai musim. perjalanan doa, sudahkah khusyuk dan asyik? mengasingkan deru...

0 Penulis Terpikat
0
32
Selasa 31 Juli 2018

atas halaman-halaman yang terluka, kita terpekur membasuh diri pada celahnya yang menganak arus. kau menamakannya kamar persinggahan. bagi raga yang letih mengelana. aku mengarak langit dalam ruang, membaca kita yang tak terlacak, menguak keberadaan kita yang tak terba...

0 Penulis Terpikat
0
67
Muhammad belum menulis satupun Naskah Drama
Muhammad belum menulis satupun Resensi

Bagikan Profil

Pilih salah satu pilihan dibawah

Muhammad