Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya

Muhammad Daffa

Banjarbaru

12

Mengikuti

29

Pengikut

Muhammad Daffa

Banjarbaru
Tentang Penulis

pembaca, penikmat, pendengar

Tempat,tanggal lahir

Banjarbaru, 25 Pebruari 1999

Media Sosial

Semua

(53)

Puisi

(46)

Cerpen

(7)

Naskah Drama

(0)

Resensi

(0)
Selasa 07 Juli 2020

Ke tubuhmu, aku datang membawa lepuh doa-doaKau bercerita tentang malam yang telanjang, mengerang dengan lenguhan panjangKupikir itu perawan di sebelah rumahyang semalam baru dirobek selaput dara nyaKau katakan bahwa itu adalah dirimu sendiriOrgasme di antara fantasi da...

1 Penulis Terpikat
0
20
Jumat 26 Juni 2020

kemana kucari kau, puisisegala malam sembunyi ke pelukanmudemikian pula cinta banal yang pura-pura tertawa ketika kau tak adakota-kota berlalu sebagai bangkaitak ada yang jatuh menjelma mautselain parasmu mengekalkan jazirah tualang kujelajah banyak sudutpun perempatan...

0 Penulis Terpikat
0
11
Senin 25 Mei 2020

seekor asu mampusjiwanya melayanglayang serupa layangan putusbimbang meramu arah, para nujum menatapnya cemasakankah asu menemui surgadan tuhan yang kemaruk dengan bahasa langit?rindu yang wingit menyalin percakapan sengitantara arwah asu dan arwah seorang pertapamungki...

5 Penulis Terpikat
0
26
Kamis 14 Mei 2020

kutabuh laparmu, genderang hantu-hantu keronconganpara penyair sembunyi ke dalam lambung kitab sucimencuri kurma pertama. puisi membuka doa dengan basmallah yang latahtuhan dijarah tangan tertengadah. di pelukan siapa surga menjahit benang-benang sutra?kutabuh sunyi yan...

3 Penulis Terpikat
0
176
Kamis 14 Mei 2020

rindu kita sebatas tanah yang menularkan tuahmatahari kehilangan tubuhnya, kampung halaman berisik di telingasemarak bulan melengkung ke tepi pengharapankita pemimpi yang mencari rumah istirahmenjenguk lelucon yang diciptakan orang-orang kotalalu bersedih dengan buku ya...

2 Penulis Terpikat
0
21
Sabtu 11 April 2020

diksi-diksi berlarian ke selatanmencari tubuh para biduanbiduan yang limbung menenggak kebahagiaandi atas panggung, menyanyi lagu-lagu usangcinta melulu ditakar dengan penghujan di pipi, menangislah kepada sunyiyang nyenyak dalam setiap gelinjangmu, menerjemahkan lapar...

0 Penulis Terpikat
0
31
Jumat 27 Maret 2020

monyet bertanya kepada tuhankapan saya bisa disebut manusia?tuhan ditulisnya jadi puisibanyak dimuat koran-koransastrawan di ibukota merasa senangada monyet yang gigih menulis puisiagar bisa jadi manusiamonyet terus berpuisikadang ia sempatkan mampir ke tengah kerumunan...

1 Penulis Terpikat
0
26
Jumat 06 Maret 2020

1 hantu-hantu bersiasatmenculik Joko yang malanganak perempuan jalangsibuk mencari ayahnyadalam setiap doameski tak kunjung ditemukannyakata yang lebih tepat selain aminn2Joko mencintai kitab sucisebagaimana rindu yang menggonggongdari dalam dirinya, terkadang mera...

0 Penulis Terpikat
0
36
Sabtu 29 Pebruari 2020

minggu membakarmumerayakan upacaradi bibirmurekah katamencumbu mawar yang mekar diam-diammenuju hati yang berkobarkarena cintatelah mengabarkanamsal segala jiwapengharapan mimpi yang nakalmerayakan gairahdari nyala bibirmuserupa kopidiseduh banaspatiaku takinginpergijug...

1 Penulis Terpikat
0
35
Minggu 16 Pebruari 2020

TAHULAH ia bahwa tak ada seorang pun jua di Ibukota yang percaya akan kisahnya. kisah yang sering ia ceritakan dan bawa saban kali bertamu ke rumah orang untuk sekadar meminta makanan atau sedikit uang, kisah yang konon katanya bermuara dari suara-suara yang kerap diden...

2 Penulis Terpikat
0
130
Jumat 07 Pebruari 2020

akulah ayatmalu-malu mengucap kamunun yang terbata melafal wauakulah wasilahgugup membayangkan kata pertamaialah puisi yang dibaca sekadar rindu bulir-bulir malam yang hilangterbakar romansa cumbutamsil perihku sebagai keterasingan sempurna2020

2 Penulis Terpikat
0
48
Minggu 02 Pebruari 2020

aku gugur sebagaimana puisimemilih matipenyair tak akan tamatmelipat halaman sajaknya yang berhamburan imajinasisesekali ingin kutulis perihal menunggudi bawah minggu yang asingbersama kamu, kata-kata memilih sembunyi dalam pelukanberbagi musimdan segala yang kau sebut...

1 Penulis Terpikat
0
55
Sabtu 04 Januari 2020

biarkan aku berhenti bernyanyi menertawakan orang gila yang mabuk puisi biarkan aku berhenti bernyanyi menertawakan minggu yang lapar diusung kampanye-kampanye hingar izinkan aku menjadi puisi mbeling kau baca setiap hari sambil tertawa dan meminum bercan...

1 Penulis Terpikat
0
118
Selasa 29 Oktober 2019

sebuah puisi lahirdigendong ibu-ibumarak di tiap pengajianjadi bahan perbincanganorang-orang kalahmenyeru allahsebatas gerahsebuah puisi lahirmencari tangisan bayiyang kelak didaulat orang banyakdicap sastrawantepat pada keningnya: nawaitu mengecambahsebuah puisi lahirs...

2 Penulis Terpikat
0
53
Sabtu 26 Oktober 2019

apa yang akan kau tanyakalau pengarang mati suriapa yang akan kau tanyakalau pengarang mati surimeski sebenarnya ia tak pernah mati?menuang namamudalam huruf-huruf yang terjagapengarang mati suriadalah pengarang yang ingin laridari bunyibunyi yang membuatnya tak betah m...

1 Penulis Terpikat
0
52
Sabtu 26 Oktober 2019

hesti, bacakan puisimuagar khalayak tahuseluruh katabermula dari bibiryang saling cumbuberpagut gulita malambacakan akudongeng satuperi berjanggutbarangkali ia warialupa cara menjadi laki-laki sesungguhnyakhatamkan inginsebatas sajakmenulis bayang engkausementara penyai...

1 Penulis Terpikat
0
50
Senin 21 Oktober 2019

serupa mautmengenang kasihkamu pacar puisiyang maha kaya, kan?lambungnya laparmengais huruf lamacinta tak butuh pikniksekadar mudikhari ini, kata menjadi jenazahsendirian terbujurditinggalkan ayah-ibukakek-nenekdi matanya, kita baca"penyair ada demi sebuah kesia-siaan m...

2 Penulis Terpikat
1
53
Kamis 17 Oktober 2019

puisi buang angindi perempatandigenggamnya klonning hujanyang kedinginandihantam palu kemiskinantak seperti Sapardiyang kaya karena puisikita punbisaserupa penyairyang kadang-kadang kurang biayabuat sekadar holidaypiknik santaidi pantai asoymemandang hari depanseparuh s...

2 Penulis Terpikat
0
58
Sabtu 05 Oktober 2019

hujan sembunyi ke balik puisi yang malu-malu mengucap cinta. kekasih mencium perangai musimyang sebentar lagi tunai, kemarau kembalike hulu-hulu mata, cemas berbisikbukankah masih setia kutabung luka semalambekal pergi yang menuntut jalan sunyi para penyairapakah senjak...

1 Penulis Terpikat
0
55
Senin 05 Agustus 2019

tubuhku menjadi makna, yang seketika dibaca bayang-bayang, secangkir senjamungkin cukup merawat masa lalu, beranjak remajaketika ditemuinya kau di simpang kata-katakata yang mengenal dirimu seutuhnyacermin-cermin waktu, perihal puisi yang belum dituliskanmasih tentangmu...

1 Penulis Terpikat
0
61
Jumat 02 Agustus 2019

masih kau hitung sisa mimpi yang mengabur antara batas doa dan jeda pejalan yang gempar menemukan tuhanada bayang bergerak mencari subuh yang seumur puisi belum dimatangkan, hikayatnya adalah mata silam yang jauh menafsirigau kekasih merindu dekapan, jendela membiak mat...

3 Penulis Terpikat
0
72
Kamis 25 Juli 2019

apa yang kau tulissebagai kasihadalah yang tertumpahsebagai sejarahberhulu ngarai cahayabukit-bukit memutihtak takluk kepada musimapa yang kau catatdari ngiaukidung persembahansembahyang dedaunadalah perayaanbagi mereka yang tak ingin--atau ingin bernamasiapa geranganme...

0 Penulis Terpikat
0
50
Senin 22 Juli 2019

kutuk itu sampai, tuhan. cemas merambat di antara apel-apel tergeletak pasi. pucat bagai mayat. ada kehilangan yang terus merawat musimdi balik riwayat air mata, hari mengulang batas rindu, seonggok kata bangkit dari nawaitu, merayu jalan temu. hati pecah ke arah lengan...

1 Penulis Terpikat
0
51
Sabtu 20 Juli 2019

asing kalimat merajam perumpamaan dari mulut seekor ikan, mencari ciuman arus yang sesekali selinap di antara bebatuan seraya menyerap demam embun, berkalang kangen, tahun-tahun tercatat silsilah muasal, muara liuk air matasudah kemana kau hari ini? ada esok yang terus...

0 Penulis Terpikat
0
63
Minggu 14 Juli 2019

: maulidan rahman siregarpenyair jadi seleb, ndan!sementara puisi hilang suaradi tengah lalu-lalang medsosdan gombal receh sepasang kenanganmelintas petang yang pensiuntak apa, katamu.masih banyak yang ingin cari puisibarangkali sudah jadi ketetapan dalam ber...

1 Penulis Terpikat
0
53
Senin 08 Juli 2019

tulis aku sebagai maut yang menulis jalan petang, rima cahayabaris resah menyulam bayang rindu, menggigil segigih-gigih tamsilrumah terakhir martir, diboyong kepala-kepala hilang igauanmimpi seolah batas dari cemas, kita hanya bagian dari adegan sebuah karmadi jalan-jal...

4 Penulis Terpikat
0
65
Selasa 02 Juli 2019

Ketika sebagian dari warga kota memilih melupakannya, tujuh anak pengamen di bawah jalan layang malah mengenangnya sebagai pahlawan tanpa potret terbaik dalam sejarah peperangan. Ia dijuluki dengan nama pangeran kunang-kunang, atau seb...

2 Penulis Terpikat
0
88
Jumat 28 Juni 2019

Orang-orang Dusun Atas telah mengetahui selenting kabar yang berhembus dari mulut gerombolan samun yang menamakan diri mereka Pasukan Angin, ketika senja redup dan azan berkumandang di seluruh surau dusun itu....

2 Penulis Terpikat
0
118
Jumat 28 Juni 2019

jika kau pun tibahanya malammenderet narasi yang acakjejakmu tanggal: halaman-halaman waktugugur memberi bunyipada langkah terakhirkau tiba dengan puisi di tanganmalam menepi ke dalam matamumenulis bayang-bayangmasih terdengar nyanyi sumbangkunang-kunangjeritnya memberi...

1 Penulis Terpikat
0
49
Selasa 25 Juni 2019

SEISI kampung menemukan tubuhnya hangus terpanggang di dalam rumahnya sendiri pada ahad pagi. Setelah berbulan-bulan sebelumnya ia mencoba mengusir arwah-arwah jahat yang merasuki tubuh seorang remaja. Awalnya kami tak terlalu percaya kalau Aba...

0 Penulis Terpikat
0
70
Rabu 12 Juni 2019

Apa yang membuatmu sulit percaya ketika ada yang berkata bahwa ayah-ibumu adalah seorang pemberontak dari sebuah desa terpencil yang tak ada dalam peta dan mati secara mengenaskan puluhan tahun lalu? Ketika kubuka sebuah buku saku pemberian...

2 Penulis Terpikat
0
192
Rabu 12 Juni 2019

: kepada subuh yang rubuh ke timuraku hamba terlunta mengejasungai umur, jalan-jalan menggenap sunyinoktah ibadah maha tabahdengar lagu yang sayup mengalunringkih terakhir sajak yang dihembus rindutanah perantauan: kepada subuh yang rubuh ke timuraku hamba terlunta meng...

0 Penulis Terpikat
0
74
Rabu 12 Juni 2019

tubuhmu kumasuki. malam menjelma gerimis dan badai dari musim-musim menerjemahkan rona cintamendesah sajak-sajak yang tumbuh dewasa, gelimang waktu menumpah kembali ingatan kitaalangkah panjang sunyi membentang, remang persetubuhandan perayaan adalah memasukimu sepenuhn...

0 Penulis Terpikat
0
48
Sabtu 01 Juni 2019

dengan cara apa kau akan mengenangkusebagai cahaya yang penuh perumpamaantaman terakhir nirwana, sajak yang gemar menuang bayangnya sendiridibakar ingin yang tak melulu pertanyaan-pertanyaanaku memilih menghilang ke dalam dirimumembaca apa yang pernah kucuri dari denyut...

0 Penulis Terpikat
0
71
Kamis 16 Mei 2019

1malam yang aku baca. tertera hijau nafasmumengembun langit yang perdu2belum selesai luka. kita haturkan rimazikir merayap--langit ialah bahasa yang paling lengangdi luar nafasmumalam bergoyang perlahan membaca aku3adakah kotadan yang tak usai kita bacaialah jalan panja...

0 Penulis Terpikat
0
61
Sabtu 20 April 2019

//1bintang remang, kedai tepi jalan, angin sesekali, rima yang teraturmembujukmu, merayu purnama yang rekah di bola matamuhanya bola matamu//2akulah sajak getir yang panjang mengurai debarmubulan yang membualkedai-kedai diisi kekosonganmakna-makna tersesatmencari sokong...

0 Penulis Terpikat
0
66
Sabtu 02 Maret 2019

Ia yang bercita-cita dipotret tanah Jakarta,Mendulang mimpi dalam tajuk perantauan."apa yang sebenarnya tak adaselain bara mimpidalam khusyuk doa?"Ia bayangkan Jakartadengan nafas yang lain, seringai jalan-jalannyamenciptakan kerut di wajah.Tapi ia tetap memilih tajuk p...

2 Penulis Terpikat
0
55
Selasa 26 Pebruari 2019

pernah sore lalu kau katakan, langit yang hangusdi luar narasi. sesajian cakrawalaalangkah redam. ada yang akan menyuling gulir arangpada jasad pengarang yang mengabu. dibaca wajah tanah.tanah yang tak akan mempan mendengar ocehan recehmutentang kota yang dibunuh belasa...

3 Penulis Terpikat
0
111
Rabu 16 Januari 2019

seseorang yang tak bernama memilih pejam di sana. memilih pejam dalam hening danau matamu. mata yang bertumbuhan sungai-sungai. pepohonan yang lupa pada dosa pertama, tanah yang membentuk rupa Adam, lelaki pertama yang mengecap kenestapaan dosa. dosa yang terbilang-bila...

0 Penulis Terpikat
0
69
Sabtu 12 Januari 2019

yang padamu kueja menjadi Nama nama yang lama mencuri detak gerimis, angan-angan mengendap di kedalaman luka luka yang diarsir dari ziarah darah "berbulir zikir menyebut beratus paras paras yang lama hilang dalam rumah-rumah tubuhmu mengubur riwayat kita...

0 Penulis Terpikat
0
78
Selasa 08 Januari 2019

I di tubuhmu, puisi para penyair memahat tinta mereka dengan bahasa rindu yang tak mampu dilafalkan malam malam yang luka II di tubuhmu, puisi para penyair memahat air mata kota-kota air mata tanah, pohon-pohon yang kehilangan madah sekadar bersap...

0 Penulis Terpikat
0
107
Minggu 23 Desember 2018

aku memilih pejam di mata sungai. hangat. tenteram. tak ada yang uring-uringan. aku memilih lelap dalam angan-angan sungai, juga angin-angin yang sesekali singgah di permukaannya lesapkan aku dalam candumu, agar rekah segala kata. agar nyala segala makna kehampaan. a...

0 Penulis Terpikat
0
62
Kamis 13 Desember 2018

Kau datang setelah ruap hujan Menampung sedih di halaman. Seorang anak berlari ke dekap angin Kepada dekap musim. Ada yang ingin kembali Setelah kau datang. Ada yang tak ingin pergi Setelah kau datang. Atau tak datang. Kau datang Beriring luap hujan...

0 Penulis Terpikat
0
71
Senin 03 Desember 2018

kau mendengar lengking mereka di sepi taman sebuah malam lengkap tersusun; hujan dan seorang bocah yang kedinginan yang menanti gerimis reda ayun musim di pohon-pohon aku mendengar lengking bunga di sepi taman malam lengkap menyusun; seorang lelaki tua d...

0 Penulis Terpikat
0
75
Selasa 27 November 2018

aku bayangkan langit tumpah ke dalam kita aku bayangkan langit luruh ke dalam kita karena kita sebaik-baik ruang bagi seluruh pulang. langit yang pendiam memilih bersendiri dalam kita, dalam dirimu mengalir sungai-sungai. aku bayangkan cahaya me...

0 Penulis Terpikat
0
92
Senin 19 November 2018

I kami menduga kau berjalan-jalan bersama kenangan tentang kota tentang rindu yang terbunuh moncong senapan II di ujung minggu orang-orang ramai membicarakanmu orang-orang ramai membicarakan kau yang menghilang ke dunia antah-berantah III "saya...

0 Penulis Terpikat
0
74
Sabtu 17 November 2018

Siapa yang datang padamu di malam-malam penghujan ketika aku tak ada dan kau terpekur sendirian di atas sofa membayangkan daun-daun di pekarangan menyuling air mata dalam jejak-jejak gerimis? siapa yang datang padamu di malam-malam lelap ketika aku sepenuhnya memah...

0 Penulis Terpikat
0
74
Kamis 08 November 2018

ini kamis yang tak biasa. sajak-sajakku berlarian ke halaman hujan. hujan yang rindang. tubuhmu berlabuh pada seluruh curahnya. membaca potongan-potongan langit yang gugur serupa musim. "hujan, hujan yang datang membawa nyanyi kekosongan, biarkan aku takjub pada sel...

0 Penulis Terpikat
0
63
Senin 05 November 2018

aku ingin menuliskanmu sebagai kekasih yang jauh dalam ingatan aku ingin menuliskanmu sebagai kekasih yang pernah singgah dan membaca seluruh sajak-sajak sunyi dalam diriku "padamu kah seluruh rindu, nyanyian kecemasan itu?" "padamu kah seluruh harapan, da...

0 Penulis Terpikat
0
107
Senin 08 Oktober 2018

: budhi setyawan di ranting-ranting kesunyian Kudendangkan cemas Menggunung doamu Yang luruh menyebut aku. aku setia mencarimu berbekal bulir-bulir zikir jantungku khatam mengejamu seluruh. aku mencari jejakmu di rimbun malam tapi yang kudapati hanya s...

0 Penulis Terpikat
0
193
Sabtu 18 Agustus 2018

hujan di pekaranganmu dua pekan lalu mengurung berjuta tanya atas tafsir-tafsir alam menggigil dalam raga penuh kebisingan suara. kau coba menguak batas sepi, membaca diri yang kehilangan perangai musim. perjalanan doa, sudahkah khusyuk dan asyik? mengasingkan deru...

0 Penulis Terpikat
0
147
Selasa 31 Juli 2018

atas halaman-halaman yang terluka, kita terpekur membasuh diri pada celahnya yang menganak arus. kau menamakannya kamar persinggahan. bagi raga yang letih mengelana. aku mengarak langit dalam ruang, membaca kita yang tak terlacak, menguak keberadaan kita yang tak terba...

1 Penulis Terpikat
0
186
Rabu 11 Juli 2018

SEORANG kata berjalan seorang diri di tengah-tengah kota yang penuh kemacetan. ia tak mengerti harus datang dan bertamu ke rumah siapa. sebab nyatanya ia tak pernah punya kawan bermain-main makna. karena kata dianggap seorang yang kehilangan ramai dalam dirinya. ramai b...

0 Penulis Terpikat
0
214
Minggu 16 Pebruari 2020

TAHULAH ia bahwa tak ada seorang pun jua di Ibukota yang percaya akan kisahnya. kisah yang sering ia ceritakan dan bawa saban kali bertamu ke rumah orang untuk sekadar meminta makanan atau sedikit uang, kisah yang konon katanya bermuara dari suara-suara yang kerap diden...

2 Penulis Terpikat
0
130
Selasa 02 Juli 2019

Ketika sebagian dari warga kota memilih melupakannya, tujuh anak pengamen di bawah jalan layang malah mengenangnya sebagai pahlawan tanpa potret terbaik dalam sejarah peperangan. Ia dijuluki dengan nama pangeran kunang-kunang, atau seb...

2 Penulis Terpikat
0
88
Jumat 28 Juni 2019

Orang-orang Dusun Atas telah mengetahui selenting kabar yang berhembus dari mulut gerombolan samun yang menamakan diri mereka Pasukan Angin, ketika senja redup dan azan berkumandang di seluruh surau dusun itu....

2 Penulis Terpikat
0
118
Selasa 25 Juni 2019

SEISI kampung menemukan tubuhnya hangus terpanggang di dalam rumahnya sendiri pada ahad pagi. Setelah berbulan-bulan sebelumnya ia mencoba mengusir arwah-arwah jahat yang merasuki tubuh seorang remaja. Awalnya kami tak terlalu percaya kalau Aba...

0 Penulis Terpikat
0
70
Rabu 12 Juni 2019

Apa yang membuatmu sulit percaya ketika ada yang berkata bahwa ayah-ibumu adalah seorang pemberontak dari sebuah desa terpencil yang tak ada dalam peta dan mati secara mengenaskan puluhan tahun lalu? Ketika kubuka sebuah buku saku pemberian...

2 Penulis Terpikat
0
192
Rabu 16 Januari 2019

seseorang yang tak bernama memilih pejam di sana. memilih pejam dalam hening danau matamu. mata yang bertumbuhan sungai-sungai. pepohonan yang lupa pada dosa pertama, tanah yang membentuk rupa Adam, lelaki pertama yang mengecap kenestapaan dosa. dosa yang terbilang-bila...

0 Penulis Terpikat
0
69
Rabu 11 Juli 2018

SEORANG kata berjalan seorang diri di tengah-tengah kota yang penuh kemacetan. ia tak mengerti harus datang dan bertamu ke rumah siapa. sebab nyatanya ia tak pernah punya kawan bermain-main makna. karena kata dianggap seorang yang kehilangan ramai dalam dirinya. ramai b...

0 Penulis Terpikat
0
214
Selasa 07 Juli 2020

Ke tubuhmu, aku datang membawa lepuh doa-doaKau bercerita tentang malam yang telanjang, mengerang dengan lenguhan panjangKupikir itu perawan di sebelah rumahyang semalam baru dirobek selaput dara nyaKau katakan bahwa itu adalah dirimu sendiriOrgasme di antara fantasi da...

1 Penulis Terpikat
0
20
Jumat 26 Juni 2020

kemana kucari kau, puisisegala malam sembunyi ke pelukanmudemikian pula cinta banal yang pura-pura tertawa ketika kau tak adakota-kota berlalu sebagai bangkaitak ada yang jatuh menjelma mautselain parasmu mengekalkan jazirah tualang kujelajah banyak sudutpun perempatan...

0 Penulis Terpikat
0
11
Senin 25 Mei 2020

seekor asu mampusjiwanya melayanglayang serupa layangan putusbimbang meramu arah, para nujum menatapnya cemasakankah asu menemui surgadan tuhan yang kemaruk dengan bahasa langit?rindu yang wingit menyalin percakapan sengitantara arwah asu dan arwah seorang pertapamungki...

5 Penulis Terpikat
0
26
Kamis 14 Mei 2020

kutabuh laparmu, genderang hantu-hantu keronconganpara penyair sembunyi ke dalam lambung kitab sucimencuri kurma pertama. puisi membuka doa dengan basmallah yang latahtuhan dijarah tangan tertengadah. di pelukan siapa surga menjahit benang-benang sutra?kutabuh sunyi yan...

3 Penulis Terpikat
0
176
Kamis 14 Mei 2020

rindu kita sebatas tanah yang menularkan tuahmatahari kehilangan tubuhnya, kampung halaman berisik di telingasemarak bulan melengkung ke tepi pengharapankita pemimpi yang mencari rumah istirahmenjenguk lelucon yang diciptakan orang-orang kotalalu bersedih dengan buku ya...

2 Penulis Terpikat
0
21
Sabtu 11 April 2020

diksi-diksi berlarian ke selatanmencari tubuh para biduanbiduan yang limbung menenggak kebahagiaandi atas panggung, menyanyi lagu-lagu usangcinta melulu ditakar dengan penghujan di pipi, menangislah kepada sunyiyang nyenyak dalam setiap gelinjangmu, menerjemahkan lapar...

0 Penulis Terpikat
0
31
Jumat 27 Maret 2020

monyet bertanya kepada tuhankapan saya bisa disebut manusia?tuhan ditulisnya jadi puisibanyak dimuat koran-koransastrawan di ibukota merasa senangada monyet yang gigih menulis puisiagar bisa jadi manusiamonyet terus berpuisikadang ia sempatkan mampir ke tengah kerumunan...

1 Penulis Terpikat
0
26
Jumat 06 Maret 2020

1 hantu-hantu bersiasatmenculik Joko yang malanganak perempuan jalangsibuk mencari ayahnyadalam setiap doameski tak kunjung ditemukannyakata yang lebih tepat selain aminn2Joko mencintai kitab sucisebagaimana rindu yang menggonggongdari dalam dirinya, terkadang mera...

0 Penulis Terpikat
0
36
Sabtu 29 Pebruari 2020

minggu membakarmumerayakan upacaradi bibirmurekah katamencumbu mawar yang mekar diam-diammenuju hati yang berkobarkarena cintatelah mengabarkanamsal segala jiwapengharapan mimpi yang nakalmerayakan gairahdari nyala bibirmuserupa kopidiseduh banaspatiaku takinginpergijug...

1 Penulis Terpikat
0
35
Jumat 07 Pebruari 2020

akulah ayatmalu-malu mengucap kamunun yang terbata melafal wauakulah wasilahgugup membayangkan kata pertamaialah puisi yang dibaca sekadar rindu bulir-bulir malam yang hilangterbakar romansa cumbutamsil perihku sebagai keterasingan sempurna2020

2 Penulis Terpikat
0
48
Minggu 02 Pebruari 2020

aku gugur sebagaimana puisimemilih matipenyair tak akan tamatmelipat halaman sajaknya yang berhamburan imajinasisesekali ingin kutulis perihal menunggudi bawah minggu yang asingbersama kamu, kata-kata memilih sembunyi dalam pelukanberbagi musimdan segala yang kau sebut...

1 Penulis Terpikat
0
55
Sabtu 04 Januari 2020

biarkan aku berhenti bernyanyi menertawakan orang gila yang mabuk puisi biarkan aku berhenti bernyanyi menertawakan minggu yang lapar diusung kampanye-kampanye hingar izinkan aku menjadi puisi mbeling kau baca setiap hari sambil tertawa dan meminum bercan...

1 Penulis Terpikat
0
118
Selasa 29 Oktober 2019

sebuah puisi lahirdigendong ibu-ibumarak di tiap pengajianjadi bahan perbincanganorang-orang kalahmenyeru allahsebatas gerahsebuah puisi lahirmencari tangisan bayiyang kelak didaulat orang banyakdicap sastrawantepat pada keningnya: nawaitu mengecambahsebuah puisi lahirs...

2 Penulis Terpikat
0
53
Sabtu 26 Oktober 2019

apa yang akan kau tanyakalau pengarang mati suriapa yang akan kau tanyakalau pengarang mati surimeski sebenarnya ia tak pernah mati?menuang namamudalam huruf-huruf yang terjagapengarang mati suriadalah pengarang yang ingin laridari bunyibunyi yang membuatnya tak betah m...

1 Penulis Terpikat
0
52
Sabtu 26 Oktober 2019

hesti, bacakan puisimuagar khalayak tahuseluruh katabermula dari bibiryang saling cumbuberpagut gulita malambacakan akudongeng satuperi berjanggutbarangkali ia warialupa cara menjadi laki-laki sesungguhnyakhatamkan inginsebatas sajakmenulis bayang engkausementara penyai...

1 Penulis Terpikat
0
50
Senin 21 Oktober 2019

serupa mautmengenang kasihkamu pacar puisiyang maha kaya, kan?lambungnya laparmengais huruf lamacinta tak butuh pikniksekadar mudikhari ini, kata menjadi jenazahsendirian terbujurditinggalkan ayah-ibukakek-nenekdi matanya, kita baca"penyair ada demi sebuah kesia-siaan m...

2 Penulis Terpikat
1
53
Kamis 17 Oktober 2019

puisi buang angindi perempatandigenggamnya klonning hujanyang kedinginandihantam palu kemiskinantak seperti Sapardiyang kaya karena puisikita punbisaserupa penyairyang kadang-kadang kurang biayabuat sekadar holidaypiknik santaidi pantai asoymemandang hari depanseparuh s...

2 Penulis Terpikat
0
58
Sabtu 05 Oktober 2019

hujan sembunyi ke balik puisi yang malu-malu mengucap cinta. kekasih mencium perangai musimyang sebentar lagi tunai, kemarau kembalike hulu-hulu mata, cemas berbisikbukankah masih setia kutabung luka semalambekal pergi yang menuntut jalan sunyi para penyairapakah senjak...

1 Penulis Terpikat
0
55
Senin 05 Agustus 2019

tubuhku menjadi makna, yang seketika dibaca bayang-bayang, secangkir senjamungkin cukup merawat masa lalu, beranjak remajaketika ditemuinya kau di simpang kata-katakata yang mengenal dirimu seutuhnyacermin-cermin waktu, perihal puisi yang belum dituliskanmasih tentangmu...

1 Penulis Terpikat
0
61
Jumat 02 Agustus 2019

masih kau hitung sisa mimpi yang mengabur antara batas doa dan jeda pejalan yang gempar menemukan tuhanada bayang bergerak mencari subuh yang seumur puisi belum dimatangkan, hikayatnya adalah mata silam yang jauh menafsirigau kekasih merindu dekapan, jendela membiak mat...

3 Penulis Terpikat
0
72
Kamis 25 Juli 2019

apa yang kau tulissebagai kasihadalah yang tertumpahsebagai sejarahberhulu ngarai cahayabukit-bukit memutihtak takluk kepada musimapa yang kau catatdari ngiaukidung persembahansembahyang dedaunadalah perayaanbagi mereka yang tak ingin--atau ingin bernamasiapa geranganme...

0 Penulis Terpikat
0
50
Senin 22 Juli 2019

kutuk itu sampai, tuhan. cemas merambat di antara apel-apel tergeletak pasi. pucat bagai mayat. ada kehilangan yang terus merawat musimdi balik riwayat air mata, hari mengulang batas rindu, seonggok kata bangkit dari nawaitu, merayu jalan temu. hati pecah ke arah lengan...

1 Penulis Terpikat
0
51
Sabtu 20 Juli 2019

asing kalimat merajam perumpamaan dari mulut seekor ikan, mencari ciuman arus yang sesekali selinap di antara bebatuan seraya menyerap demam embun, berkalang kangen, tahun-tahun tercatat silsilah muasal, muara liuk air matasudah kemana kau hari ini? ada esok yang terus...

0 Penulis Terpikat
0
63
Minggu 14 Juli 2019

: maulidan rahman siregarpenyair jadi seleb, ndan!sementara puisi hilang suaradi tengah lalu-lalang medsosdan gombal receh sepasang kenanganmelintas petang yang pensiuntak apa, katamu.masih banyak yang ingin cari puisibarangkali sudah jadi ketetapan dalam ber...

1 Penulis Terpikat
0
53
Senin 08 Juli 2019

tulis aku sebagai maut yang menulis jalan petang, rima cahayabaris resah menyulam bayang rindu, menggigil segigih-gigih tamsilrumah terakhir martir, diboyong kepala-kepala hilang igauanmimpi seolah batas dari cemas, kita hanya bagian dari adegan sebuah karmadi jalan-jal...

4 Penulis Terpikat
0
65
Jumat 28 Juni 2019

jika kau pun tibahanya malammenderet narasi yang acakjejakmu tanggal: halaman-halaman waktugugur memberi bunyipada langkah terakhirkau tiba dengan puisi di tanganmalam menepi ke dalam matamumenulis bayang-bayangmasih terdengar nyanyi sumbangkunang-kunangjeritnya memberi...

1 Penulis Terpikat
0
49
Rabu 12 Juni 2019

: kepada subuh yang rubuh ke timuraku hamba terlunta mengejasungai umur, jalan-jalan menggenap sunyinoktah ibadah maha tabahdengar lagu yang sayup mengalunringkih terakhir sajak yang dihembus rindutanah perantauan: kepada subuh yang rubuh ke timuraku hamba terlunta meng...

0 Penulis Terpikat
0
74
Rabu 12 Juni 2019

tubuhmu kumasuki. malam menjelma gerimis dan badai dari musim-musim menerjemahkan rona cintamendesah sajak-sajak yang tumbuh dewasa, gelimang waktu menumpah kembali ingatan kitaalangkah panjang sunyi membentang, remang persetubuhandan perayaan adalah memasukimu sepenuhn...

0 Penulis Terpikat
0
48
Sabtu 01 Juni 2019

dengan cara apa kau akan mengenangkusebagai cahaya yang penuh perumpamaantaman terakhir nirwana, sajak yang gemar menuang bayangnya sendiridibakar ingin yang tak melulu pertanyaan-pertanyaanaku memilih menghilang ke dalam dirimumembaca apa yang pernah kucuri dari denyut...

0 Penulis Terpikat
0
71
Kamis 16 Mei 2019

1malam yang aku baca. tertera hijau nafasmumengembun langit yang perdu2belum selesai luka. kita haturkan rimazikir merayap--langit ialah bahasa yang paling lengangdi luar nafasmumalam bergoyang perlahan membaca aku3adakah kotadan yang tak usai kita bacaialah jalan panja...

0 Penulis Terpikat
0
61
Sabtu 20 April 2019

//1bintang remang, kedai tepi jalan, angin sesekali, rima yang teraturmembujukmu, merayu purnama yang rekah di bola matamuhanya bola matamu//2akulah sajak getir yang panjang mengurai debarmubulan yang membualkedai-kedai diisi kekosonganmakna-makna tersesatmencari sokong...

0 Penulis Terpikat
0
66
Sabtu 02 Maret 2019

Ia yang bercita-cita dipotret tanah Jakarta,Mendulang mimpi dalam tajuk perantauan."apa yang sebenarnya tak adaselain bara mimpidalam khusyuk doa?"Ia bayangkan Jakartadengan nafas yang lain, seringai jalan-jalannyamenciptakan kerut di wajah.Tapi ia tetap memilih tajuk p...

2 Penulis Terpikat
0
55
Selasa 26 Pebruari 2019

pernah sore lalu kau katakan, langit yang hangusdi luar narasi. sesajian cakrawalaalangkah redam. ada yang akan menyuling gulir arangpada jasad pengarang yang mengabu. dibaca wajah tanah.tanah yang tak akan mempan mendengar ocehan recehmutentang kota yang dibunuh belasa...

3 Penulis Terpikat
0
111
Sabtu 12 Januari 2019

yang padamu kueja menjadi Nama nama yang lama mencuri detak gerimis, angan-angan mengendap di kedalaman luka luka yang diarsir dari ziarah darah "berbulir zikir menyebut beratus paras paras yang lama hilang dalam rumah-rumah tubuhmu mengubur riwayat kita...

0 Penulis Terpikat
0
78
Selasa 08 Januari 2019

I di tubuhmu, puisi para penyair memahat tinta mereka dengan bahasa rindu yang tak mampu dilafalkan malam malam yang luka II di tubuhmu, puisi para penyair memahat air mata kota-kota air mata tanah, pohon-pohon yang kehilangan madah sekadar bersap...

0 Penulis Terpikat
0
107
Minggu 23 Desember 2018

aku memilih pejam di mata sungai. hangat. tenteram. tak ada yang uring-uringan. aku memilih lelap dalam angan-angan sungai, juga angin-angin yang sesekali singgah di permukaannya lesapkan aku dalam candumu, agar rekah segala kata. agar nyala segala makna kehampaan. a...

0 Penulis Terpikat
0
62
Kamis 13 Desember 2018

Kau datang setelah ruap hujan Menampung sedih di halaman. Seorang anak berlari ke dekap angin Kepada dekap musim. Ada yang ingin kembali Setelah kau datang. Ada yang tak ingin pergi Setelah kau datang. Atau tak datang. Kau datang Beriring luap hujan...

0 Penulis Terpikat
0
71
Senin 03 Desember 2018

kau mendengar lengking mereka di sepi taman sebuah malam lengkap tersusun; hujan dan seorang bocah yang kedinginan yang menanti gerimis reda ayun musim di pohon-pohon aku mendengar lengking bunga di sepi taman malam lengkap menyusun; seorang lelaki tua d...

0 Penulis Terpikat
0
75
Selasa 27 November 2018

aku bayangkan langit tumpah ke dalam kita aku bayangkan langit luruh ke dalam kita karena kita sebaik-baik ruang bagi seluruh pulang. langit yang pendiam memilih bersendiri dalam kita, dalam dirimu mengalir sungai-sungai. aku bayangkan cahaya me...

0 Penulis Terpikat
0
92
Senin 19 November 2018

I kami menduga kau berjalan-jalan bersama kenangan tentang kota tentang rindu yang terbunuh moncong senapan II di ujung minggu orang-orang ramai membicarakanmu orang-orang ramai membicarakan kau yang menghilang ke dunia antah-berantah III "saya...

0 Penulis Terpikat
0
74
Sabtu 17 November 2018

Siapa yang datang padamu di malam-malam penghujan ketika aku tak ada dan kau terpekur sendirian di atas sofa membayangkan daun-daun di pekarangan menyuling air mata dalam jejak-jejak gerimis? siapa yang datang padamu di malam-malam lelap ketika aku sepenuhnya memah...

0 Penulis Terpikat
0
74
Kamis 08 November 2018

ini kamis yang tak biasa. sajak-sajakku berlarian ke halaman hujan. hujan yang rindang. tubuhmu berlabuh pada seluruh curahnya. membaca potongan-potongan langit yang gugur serupa musim. "hujan, hujan yang datang membawa nyanyi kekosongan, biarkan aku takjub pada sel...

0 Penulis Terpikat
0
63
Senin 05 November 2018

aku ingin menuliskanmu sebagai kekasih yang jauh dalam ingatan aku ingin menuliskanmu sebagai kekasih yang pernah singgah dan membaca seluruh sajak-sajak sunyi dalam diriku "padamu kah seluruh rindu, nyanyian kecemasan itu?" "padamu kah seluruh harapan, da...

0 Penulis Terpikat
0
107
Senin 08 Oktober 2018

: budhi setyawan di ranting-ranting kesunyian Kudendangkan cemas Menggunung doamu Yang luruh menyebut aku. aku setia mencarimu berbekal bulir-bulir zikir jantungku khatam mengejamu seluruh. aku mencari jejakmu di rimbun malam tapi yang kudapati hanya s...

0 Penulis Terpikat
0
193
Sabtu 18 Agustus 2018

hujan di pekaranganmu dua pekan lalu mengurung berjuta tanya atas tafsir-tafsir alam menggigil dalam raga penuh kebisingan suara. kau coba menguak batas sepi, membaca diri yang kehilangan perangai musim. perjalanan doa, sudahkah khusyuk dan asyik? mengasingkan deru...

0 Penulis Terpikat
0
147
Selasa 31 Juli 2018

atas halaman-halaman yang terluka, kita terpekur membasuh diri pada celahnya yang menganak arus. kau menamakannya kamar persinggahan. bagi raga yang letih mengelana. aku mengarak langit dalam ruang, membaca kita yang tak terlacak, menguak keberadaan kita yang tak terba...

1 Penulis Terpikat
0
186
Muhammad belum menulis satupun Naskah Drama
Muhammad belum menulis satupun Resensi

Bagikan Profil

Pilih salah satu pilihan dibawah

Muhammad