Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya

Herman Herman

Palangka Raya

3

Mengikuti

19

Pengikut

Herman Herman

Palangka Raya
Tentang Penulis

Pemusik dan pekerja, lahir dan hidup di Palangka Raya. Dimiliki sebuah grup musik bernama Catatan Kaki (instagram: @catatankakimusik) Untuk mengkontak dapat melalui WA: 085252972909

Tempat,tanggal lahir

Palangka Raya, 22 Juni 1991

Media Sosial

Semua

(23)

Puisi

(23)

Cerpen

(0)

Naskah Drama

(0)

Resensi

(0)
Kamis 09 Agustus 2018

Mulut mereka tak berhenti mengunyah mengecap rakus yang tak pernah putus Menjejal racun ke dalam perut terus-menerus. Derit malas kursi berbunyi mengiringi detak dari detik jam dinding yang tak mau berhenti. Kepala penuh bising oleh keluh, mantra panjang yang terus-m...

0 Penulis Terpikat
0
25
Senin 07 Mei 2018

Ditulis berdasarkan kejadian nyata pembakaran 8 sekolah pada rentang waktu berdekatan, Diinisiasi oleh oknum politik demi kepentingan pribadinya, terjadi di Palangka Raya pada Juli 2017. Sirine berbunyi panjang kala mata terpejam Dini hari tak tenang, pecah di k...

0 Penulis Terpikat
0
22
Jumat 06 April 2018

Gerimis kala kau dikebumikan, deras pada mata-mata yang menyaksikan, kami tak bisa menyangsikan, kehilangan adalah ujung dari kepemilikan. Tanah pekuburan yang lembab, semoga tenang bersemayam dalam dekap. Bumi telah memiliki tubuhmu dan langit membuka sedikit celah un...

0 Penulis Terpikat
0
26
Senin 26 Maret 2018

Di ruang-ruang kepala, tak ada tentara, tak ada agama. Tak perlu menista dan tak ada siksa. Di ruang-ruang pikiran, sejuta keindahan diaduk menjadi adonan. Tak ada bunuh-membunuh, tak ada lahir yang dibuang Tak ada cinta terlarang, tak ada yang nyata, segalanya kuka...

0 Penulis Terpikat
0
14
Kamis 15 Maret 2018

Restoran ini sepi, tak ada bunyi denting sendok mengadu pada piring Tak ada riuh pengunjung bising, meja-meja kering. Bukankah kita dibesarkan pula oleh sepi, ucapmu nyaring. Lalu kita aku disuguhi yang semula diresapi, sepi. Bahkan dalam lemari, berlembar-lemba...

0 Penulis Terpikat
0
33
Rabu 07 Maret 2018

Apakah hidup hanya menanti, menari dari cahaya redup mata, digiring oleh iring irama sesak di dada, seperti batu besar mengganjal di rongga. Jika jatuh cinta adalah cara terbaik untuk bunuh diri, bukankah yang kerap mengintai hidup adalah mati? Kita masih tergantu...

0 Penulis Terpikat
0
18
Selasa 27 Februari 2018

Engkaukah angin itu? Meniupkan malam membawa pagi datang dalam pertemuan, Sungguh disayang aku lupa membawa keberanian dan membiarkan waktu memisahkan ruang. Dalam kacaunya sirkuit waktu dan sengitnya hariku, kau temukan aku dalam kegamangan menembus atau berbalik arah...

0 Penulis Terpikat
0
21
Minggu 25 Februari 2018

Engkau adalah alam liar Aku adalah serakahnya pembangunan Apa aku harus berhenti membangun? Apakah harus merelakan hasrat berjalan di tempat? Aku cintai kau diam-diam, di sudut-sudut pembangunan ada pohon kutanam, meski terlarang tapi rindu membuat suasana rindang...

0 Penulis Terpikat
0
31
Sabtu 24 Februari 2018

Buai aku di sana. Hidangkan sejuk ‘tuk mengairi kemarau di kepala dan di dada. Susuri sawah kuning merekah di tepi jalan. Kabut embun tak lekang oleh siang. Telusuri sejuk hutan di jalanan yang berlumpur selepas hujan lebur. Pohon-pohon yang memeluk gunung di punca...

0 Penulis Terpikat
0
33
Jumat 23 Februari 2018

Waktu, latar berwarna kecemasan. Terang gelap yang saling silang. Suara-suara tembakan dari film tema kejahatan. Jenuh, kamuflase warna di dinding waktu. Penuh coretan yang kerap menyaru. Merayu nyala api ‘tuk menari membakar sumbu. Biru, corak lebam di pinggi...

0 Penulis Terpikat
0
24
Kamis 22 Februari 2018

Diantara debu, ada rindu yang kuhirup separuh jalan pulang Lampu jalan redup redam, berkedip bak kunang-kunang Banyak ruang kosong di kota ini, seperti juga kepala yang harus diisi Dari segala sisi, rindu bisa saja memanggil Sebab Palangka Raya begitu mungil.

0 Penulis Terpikat
0
25
Rabu 21 Februari 2018

Mereka menulis puisi Mengaku paling mengerti perihal kesenduan menggurat kesedihan di atas kertas buram Rekaan tangis pada baris-baris tanpa arahan Kata yang tak saling berkenalan, kehilangan tujuan. Kunyah itu kalimat, dijilat sejuta umat Tak ada yang lebih nya...

0 Penulis Terpikat
0
21
Selasa 20 Februari 2018

Memandangi beranda dan halaman dimandikan. Perciknya meresonansi ingatan masa silam Terbentuk dari uap ingatan Jatuh kembali ke bumi jadi kenangan. Di ketinggian awan memasak hujan Dengan cinta-Nya langit, hidup bumi telah diperpanjang.

0 Penulis Terpikat
0
22
Selasa 20 Februari 2018

Untuk kabut asap tahun 2015 yang begitu parah Nafas kami gantungkan di kokohnya belantara. Kini terkabar, hutan kami terbakar murka api kemarau. Jiwa-jiwa pohon mati bergentayang menjadi asap kelam Tanah kami tak tersentuh cahaya matahari. Siang dan malam tak b...

0 Penulis Terpikat
0
20
Selasa 20 Februari 2018

Pikiranku adalah gang sempit menuju rumahmu Lalui kumuh pemandangan Riuh anak-anak kecil berlarian Pikiranmu adalah setapak buntu penuh ilalang Menanjak dan menurun tak berarah kepastian Menuju laut atau hutan?

0 Penulis Terpikat
0
28
Selasa 20 Februari 2018

Anak-anak pikiran, mengambang di tengah malam mimpi dan kenyataan tak bisa lagi dipisahkan pejam Anak-anak pikiran, belarian di lorong-lorong kubur Pikiran tak bisa tertidur, mengumpulkan pecahan yang terhambur Anak-anak pikiran, mati perlahan dibunuh oleh yang mela...

0 Penulis Terpikat
0
19
Selasa 20 Februari 2018

Menjadi pemarah setiap hari Bergegas menua atau jadi benda mati saja Meja, brangkas , apa saja yang tak bisa diajak bicara. Dan pendingin ruangan membekukan kita. Kebosanan, berhala yang kusembah. Detik disini terasa begitu plastik, tak kunjung terurai tanah....

0 Penulis Terpikat
0
21
Senin 19 Februari 2018

Kau, masih renangi masa silam Bahkan kenangan yang tak punya kaki untuk berjalan. Tangannya menggapai pikiranmu, mengaduk keruh keberadaanku. Kau, salahkan waktu, lelahmu yang tak bisa kupangku. Disisakan memar, mendekat dan bersandar. Entah pikiran yang saling m...

0 Penulis Terpikat
0
43
Senin 19 Februari 2018

Asapiku dengan persepsimu “Rokok adalah Ibu, yang lahirkan ide-ide baru.” Katamu. Yang aku tahu dompetmu tak berhenti mencandu. Zat-zat berbahaya berbahasa kedokteran Lebih kau hafal ketimbang teks undang-undang. Senin pagi kau tak pernah ada di barisan Atas jas...

0 Penulis Terpikat
0
21
Senin 19 Februari 2018

Tak sempat teralir, kata maaf pada pamitku yang serupa nyala petir. Kukemasi diri dan meninggalkan beberapa khawatir. Lembab di mata tertahan, sebelum diriku hilang sesudah pertigaan. Aku harus belajar terbang. Masa depan sedang kurakit, di luar ruang rahimmu ya...

0 Penulis Terpikat
0
24
Senin 19 Februari 2018

Tubuh terbuka lepas menari Berlari sejumlah mata menghampiri Menggoyah iman pria-pria baris depan Menggoda pikiran “apakah hanya sekedar tarian?” Dari belakang tirai sandiwara, negosiasi berbicara Merumuskan harga jasa, Membungkus pulang fantasi fana. Atas nama...

0 Penulis Terpikat
0
27
Senin 19 Februari 2018

Pada penutupan, suaramu meneduhkan hujan Kau jebakan di lintasan waktu, sepintas masa lalu. Lahir dari tanah basah sebuah tunas Keinginan memilikimu, namun hanya seutas. Senja memerah malu, nyanyianmu pilu. Kepiluan diakhiri suara jejak kaki. Senja bertemu malam...

0 Penulis Terpikat
0
24
Sabtu 17 Februari 2018

Jika hidup adalah buku, kita adalah kedangkalan. Tenggelam sebelum memahami. Maka waktu menjadi catatan kaki. Menerangkan kenyataan yang harus dihadapi.

0 Penulis Terpikat
0
115
Herman belum menulis satupun cerpen
Kamis 09 Agustus 2018

Mulut mereka tak berhenti mengunyah mengecap rakus yang tak pernah putus Menjejal racun ke dalam perut terus-menerus. Derit malas kursi berbunyi mengiringi detak dari detik jam dinding yang tak mau berhenti. Kepala penuh bising oleh keluh, mantra panjang yang terus-m...

0 Penulis Terpikat
0
25
Senin 07 Mei 2018

Ditulis berdasarkan kejadian nyata pembakaran 8 sekolah pada rentang waktu berdekatan, Diinisiasi oleh oknum politik demi kepentingan pribadinya, terjadi di Palangka Raya pada Juli 2017. Sirine berbunyi panjang kala mata terpejam Dini hari tak tenang, pecah di k...

0 Penulis Terpikat
0
22
Jumat 06 April 2018

Gerimis kala kau dikebumikan, deras pada mata-mata yang menyaksikan, kami tak bisa menyangsikan, kehilangan adalah ujung dari kepemilikan. Tanah pekuburan yang lembab, semoga tenang bersemayam dalam dekap. Bumi telah memiliki tubuhmu dan langit membuka sedikit celah un...

0 Penulis Terpikat
0
26
Senin 26 Maret 2018

Di ruang-ruang kepala, tak ada tentara, tak ada agama. Tak perlu menista dan tak ada siksa. Di ruang-ruang pikiran, sejuta keindahan diaduk menjadi adonan. Tak ada bunuh-membunuh, tak ada lahir yang dibuang Tak ada cinta terlarang, tak ada yang nyata, segalanya kuka...

0 Penulis Terpikat
0
14
Kamis 15 Maret 2018

Restoran ini sepi, tak ada bunyi denting sendok mengadu pada piring Tak ada riuh pengunjung bising, meja-meja kering. Bukankah kita dibesarkan pula oleh sepi, ucapmu nyaring. Lalu kita aku disuguhi yang semula diresapi, sepi. Bahkan dalam lemari, berlembar-lemba...

0 Penulis Terpikat
0
33
Rabu 07 Maret 2018

Apakah hidup hanya menanti, menari dari cahaya redup mata, digiring oleh iring irama sesak di dada, seperti batu besar mengganjal di rongga. Jika jatuh cinta adalah cara terbaik untuk bunuh diri, bukankah yang kerap mengintai hidup adalah mati? Kita masih tergantu...

0 Penulis Terpikat
0
18
Selasa 27 Februari 2018

Engkaukah angin itu? Meniupkan malam membawa pagi datang dalam pertemuan, Sungguh disayang aku lupa membawa keberanian dan membiarkan waktu memisahkan ruang. Dalam kacaunya sirkuit waktu dan sengitnya hariku, kau temukan aku dalam kegamangan menembus atau berbalik arah...

0 Penulis Terpikat
0
21
Minggu 25 Februari 2018

Engkau adalah alam liar Aku adalah serakahnya pembangunan Apa aku harus berhenti membangun? Apakah harus merelakan hasrat berjalan di tempat? Aku cintai kau diam-diam, di sudut-sudut pembangunan ada pohon kutanam, meski terlarang tapi rindu membuat suasana rindang...

0 Penulis Terpikat
0
31
Sabtu 24 Februari 2018

Buai aku di sana. Hidangkan sejuk ‘tuk mengairi kemarau di kepala dan di dada. Susuri sawah kuning merekah di tepi jalan. Kabut embun tak lekang oleh siang. Telusuri sejuk hutan di jalanan yang berlumpur selepas hujan lebur. Pohon-pohon yang memeluk gunung di punca...

0 Penulis Terpikat
0
33
Jumat 23 Februari 2018

Waktu, latar berwarna kecemasan. Terang gelap yang saling silang. Suara-suara tembakan dari film tema kejahatan. Jenuh, kamuflase warna di dinding waktu. Penuh coretan yang kerap menyaru. Merayu nyala api ‘tuk menari membakar sumbu. Biru, corak lebam di pinggi...

0 Penulis Terpikat
0
24
Kamis 22 Februari 2018

Diantara debu, ada rindu yang kuhirup separuh jalan pulang Lampu jalan redup redam, berkedip bak kunang-kunang Banyak ruang kosong di kota ini, seperti juga kepala yang harus diisi Dari segala sisi, rindu bisa saja memanggil Sebab Palangka Raya begitu mungil.

0 Penulis Terpikat
0
25
Rabu 21 Februari 2018

Mereka menulis puisi Mengaku paling mengerti perihal kesenduan menggurat kesedihan di atas kertas buram Rekaan tangis pada baris-baris tanpa arahan Kata yang tak saling berkenalan, kehilangan tujuan. Kunyah itu kalimat, dijilat sejuta umat Tak ada yang lebih nya...

0 Penulis Terpikat
0
21
Selasa 20 Februari 2018

Memandangi beranda dan halaman dimandikan. Perciknya meresonansi ingatan masa silam Terbentuk dari uap ingatan Jatuh kembali ke bumi jadi kenangan. Di ketinggian awan memasak hujan Dengan cinta-Nya langit, hidup bumi telah diperpanjang.

0 Penulis Terpikat
0
22
Selasa 20 Februari 2018

Untuk kabut asap tahun 2015 yang begitu parah Nafas kami gantungkan di kokohnya belantara. Kini terkabar, hutan kami terbakar murka api kemarau. Jiwa-jiwa pohon mati bergentayang menjadi asap kelam Tanah kami tak tersentuh cahaya matahari. Siang dan malam tak b...

0 Penulis Terpikat
0
20
Selasa 20 Februari 2018

Pikiranku adalah gang sempit menuju rumahmu Lalui kumuh pemandangan Riuh anak-anak kecil berlarian Pikiranmu adalah setapak buntu penuh ilalang Menanjak dan menurun tak berarah kepastian Menuju laut atau hutan?

0 Penulis Terpikat
0
28
Selasa 20 Februari 2018

Anak-anak pikiran, mengambang di tengah malam mimpi dan kenyataan tak bisa lagi dipisahkan pejam Anak-anak pikiran, belarian di lorong-lorong kubur Pikiran tak bisa tertidur, mengumpulkan pecahan yang terhambur Anak-anak pikiran, mati perlahan dibunuh oleh yang mela...

0 Penulis Terpikat
0
19
Selasa 20 Februari 2018

Menjadi pemarah setiap hari Bergegas menua atau jadi benda mati saja Meja, brangkas , apa saja yang tak bisa diajak bicara. Dan pendingin ruangan membekukan kita. Kebosanan, berhala yang kusembah. Detik disini terasa begitu plastik, tak kunjung terurai tanah....

0 Penulis Terpikat
0
21
Senin 19 Februari 2018

Kau, masih renangi masa silam Bahkan kenangan yang tak punya kaki untuk berjalan. Tangannya menggapai pikiranmu, mengaduk keruh keberadaanku. Kau, salahkan waktu, lelahmu yang tak bisa kupangku. Disisakan memar, mendekat dan bersandar. Entah pikiran yang saling m...

0 Penulis Terpikat
0
43
Senin 19 Februari 2018

Asapiku dengan persepsimu “Rokok adalah Ibu, yang lahirkan ide-ide baru.” Katamu. Yang aku tahu dompetmu tak berhenti mencandu. Zat-zat berbahaya berbahasa kedokteran Lebih kau hafal ketimbang teks undang-undang. Senin pagi kau tak pernah ada di barisan Atas jas...

0 Penulis Terpikat
0
21
Senin 19 Februari 2018

Tak sempat teralir, kata maaf pada pamitku yang serupa nyala petir. Kukemasi diri dan meninggalkan beberapa khawatir. Lembab di mata tertahan, sebelum diriku hilang sesudah pertigaan. Aku harus belajar terbang. Masa depan sedang kurakit, di luar ruang rahimmu ya...

0 Penulis Terpikat
0
24
Senin 19 Februari 2018

Tubuh terbuka lepas menari Berlari sejumlah mata menghampiri Menggoyah iman pria-pria baris depan Menggoda pikiran “apakah hanya sekedar tarian?” Dari belakang tirai sandiwara, negosiasi berbicara Merumuskan harga jasa, Membungkus pulang fantasi fana. Atas nama...

0 Penulis Terpikat
0
27
Senin 19 Februari 2018

Pada penutupan, suaramu meneduhkan hujan Kau jebakan di lintasan waktu, sepintas masa lalu. Lahir dari tanah basah sebuah tunas Keinginan memilikimu, namun hanya seutas. Senja memerah malu, nyanyianmu pilu. Kepiluan diakhiri suara jejak kaki. Senja bertemu malam...

0 Penulis Terpikat
0
24
Sabtu 17 Februari 2018

Jika hidup adalah buku, kita adalah kedangkalan. Tenggelam sebelum memahami. Maka waktu menjadi catatan kaki. Menerangkan kenyataan yang harus dihadapi.

0 Penulis Terpikat
0
115
Herman belum menulis satupun Naskah Drama
Herman belum menulis satupun Resensi

Bagikan Profil

Pilih salah satu pilihan dibawah

Herman