Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya

Kay .

Bandung

8

Mengikuti

25

Pengikut

Kay .

Bandung
Tentang Penulis

bagiku puisi adalah brankas, sedangkan kenangan adalah hal paling purba yang kusimpan di sana.

Tempat,tanggal lahir

Bandung, 29 Desember 1996

Media Sosial

Semua

(34)

Puisi

(34)

Cerpen

(0)

Naskah Drama

(0)

Resensi

(0)
Selasa 01 Januari 2019

malam ini usia kehidupan bertambah kami merayakannya bersama bunga-bunga api yang meletup menembak jantung angkasa dari perut anak gunung yang lapar. kami juga punya hiburan dari deru ombak yang menghempaskan dirinya, berdentam sama kerasnya seperti kecemasan...

1 Penulis Terpikat
0
15
Sabtu 22 Desember 2018

sewaktu itu kau belum memiliki nama dan masih menjelma seluruh denyut di tubuhku. saat kau belum menginjak usia satu mataku adalah langit yang tak pernah terlelap sampai-sampai aku hafal irama degup jantungmu. kalau saja bisa kutambah jumlah telinga untuk...

0 Penulis Terpikat
0
8
Selasa 18 Desember 2018

Ibu, ceritakan padaku kemana arah kau papah langkahku saat di tahun pertama aku belajar berpijak? apakah aku penyebab kakimu bergetar dalam menapak kini? Ibu, apa kata pertama yang kau ajarkan padaku dan seberapa sering tak kuhirau nasihatmu? apakah aku penye...

0 Penulis Terpikat
0
14
Minggu 02 Desember 2018

1. Saat itu aku tidak mengenakan apa-apa Tidak punya nama, telanjang, dan menangis Di sekelilingku orang-orang tertawa. Ibu bilang “baluti tubuhmu dengan warna” Kupinjam pelangi, karena di sini semua orang berlomba-lomba menjadi satu warna. 2. Ibu menawarkanku “kau ma...

0 Penulis Terpikat
0
25
Minggu 02 Desember 2018

Nak, di tubuh seorang perempuan terdapat sebuah terminal yang akan mengantarkan seseorang pada perjalanan selanjutnya. di tubuhku ada sebuah lintasan dari surga ke bumi, maka kau adalah salah satu bidadari yang telah dibawa tubuhku jauh sebelum aku dilahirkan. Band...

0 Penulis Terpikat
0
42
Kamis 29 November 2018

kau membuat sebuah taman di kepala tepat di seberang rumah dengan jendela terbuka tempat seorang anak sering mengintai jalanan sepi bayangan dan kenangan berlalu-lalang kau bilang tak semua suka menetap karena kita hanyalah orang-orang yang bergegas mengemasi...

0 Penulis Terpikat
0
14
Kamis 29 November 2018

“Bu, apakah Ibu bisa menari?” Ibu menjawab dengan tersenyum sambil menjelaskan bahwa semua yang ada di semesta ini bisa menari “rentak tari akan mengeluarkan bunyi, dendangnya ada untuk menghibur” hujan jatuh dengan tarian rinainya merentakkan riuh meria...

0 Penulis Terpikat
0
18
Minggu 04 November 2018

Ini masih wanita yang itu Hanya saja bibirnya tak lagi Terpoles gincu, dan bibirmu Senin kamis mampir di situ Ini masih wanita yang itu Rambutnya jarang terurai Sisir dan jemarimu mungkin Lupa untuk menelusurinya? Ini masih wanita yang itu Waktu mencabik da...

0 Penulis Terpikat
0
43
Minggu 04 November 2018
-

sebuah balon diberikan ibuku rupa-rupa warnanya dan udara di dalamnya ialah sepenuhnya isi dari paru-paru ibuku. “Ibu, untuk apa balon diciptakan?” tanyaku. “menandakan segala hal bisa bergerak dan berpindah, tanpa tubuh tanpa kaki.” balon terlepas dari t...

0 Penulis Terpikat
0
34
Sabtu 03 November 2018

suatu masa tersebutlah seorang penguasa yang kuasi membuat kuil dari serpihan kaul berpondasi dari potongan pongah. di gedung itu dia tertidur lelap sampai petang hingga kalap, telinganya pekak tak hirau pekik perang. suatu masa tibalah tanya; “seberapa g...

0 Penulis Terpikat
0
42
Sabtu 03 November 2018

yang bisa kulakukan duduk dan berdiri mematung dan tersenyum mungkin nyawaku berpindah di bibir, bergincu sirah dan berdarah selebihnya pupur dan gaun sewarna—pucat. orang-orang datang melingkarkan warna di tubuhnya, tapi tidak membawa diri sendiri....

0 Penulis Terpikat
0
21
Sabtu 21 April 2018

selain daging dan tulang manusia juga dibaluti rahasia dan yang pernah dilakukan kautuai, tumbuh serta menua. lihatlah, bagaimana kehidupan merawat rapi tentangmu dari luka yang dilupakan hingga kerapuhanmu berpura-pura. tibalah di mana tangan-tangan...

0 Penulis Terpikat
0
23
Sabtu 21 April 2018

kartini zaman kini; beraksi di simpang jalan hidup sen kanan, belok ke kiri. kartini zaman kini; berkarya di depan kaca pantang keluar, sebelum alis jadi. kartini zaman kini; "bersama-sama kita selfie dulu jangan lupa posting kemudian". kartini zaman ki...

0 Penulis Terpikat
0
23
Kamis 19 April 2018

I matahari membakar ubun-ubunnya menjadi uban berwarna abu tertanda waktu begitu purba menyandingi langkahnya menyusur sepi. II kesetiaan dibawanya sendiri tertatih dalam doa merintih berharap derap langkah langkas sekali lagi ditemukan kekasih. III ru...

0 Penulis Terpikat
0
22
Senin 16 April 2018

1 angin bernafas sembunyi-sembunyi di balik dinding yang dingin langkah lirih bersauh suar meledak jadi pertanda-- sua diarak binar-binar bintang dan menjadi gertap-gerlap di kota kembang. 2 pesta dimulai saat tujuh kupu-kupu terlepas dari bibirku meng...

0 Penulis Terpikat
0
24
Senin 16 April 2018

aku mengenal puisi dari rekata binar matamu membentuk juta rasi hingga rasai yang risau. aku mengenal puisi dari rajah telapak tanganmu tempat kau tasbih sebuah nama sampai nasib dihabisi usia. aku mengenal puisi dari filtrum bibirmu; ialah tempat pert...

0 Penulis Terpikat
0
24
Minggu 15 April 2018

lelah langkah berderap mengarak sepasang jejak menuju pulang sebuah dekap lalu isak menjerit, meriah. ialah matamu rahim semburat kilap, membisukan karsa tergamak rumah dari segala gegap dan renjana paling kawak. Bandung, Februari 2017

0 Penulis Terpikat
0
16
Minggu 15 April 2018

1 mereka senang dikelabui angka ribuan orang yang mengikuti nyatanya tak semua menaruh iba, setengahnya adalah gibah. 2 kolom komentar panggung komedi seakan dipaksa saling akrab haus pujian, dan selebihnya hanyalah nyinyir dibungkus gurau. 3 nyatanya; s...

0 Penulis Terpikat
0
22
Rabu 11 April 2018

cinta pernah kutemukan berwarna kuning kunyit di ujung-ujung jari ibu dan bau bumbu di sela-sela jemarinya. Bandung, 2018

0 Penulis Terpikat
0
20
Selasa 10 April 2018

1. untukmu, aku tidak punya apa-apa jika harus kubagikan duniaku hanya dipenuhi jejak luka dari kenangan lalu-lalang suara angin yang gemetar langit siang yang merah dan malam yang lebam. 2 aku tidak punya apa-apa kalau harus berbagi hariku ambilah de...

0 Penulis Terpikat
0
58
Senin 09 April 2018

1 aku ingin tinggal bersamamu di ruang yang seadanya menyimpan deru napasmu menggaungkan desah merekam doa di pagi buta, dan seisinya sesak oleh detak jantungmu. 2 aku ingin membaca buku yang bertumpukkan di kepalamu yang kata-katanya bermuasal dari bibi...

0 Penulis Terpikat
0
13
Senin 02 April 2018

aku pernah mengira, semesta merakit ceritaku dari pecahan bintang-bintang yang bertabrakan dan menumpahkan air di mataku yang samudra. Bandung, April 2018

0 Penulis Terpikat
0
21
Sabtu 31 Maret 2018

dia memiliki sisi lain begitu gelap, bahkan setiap bintang-bintang ingin bersinar di dekatnya. tapi, dia juga memiliki sisi yang lain; begitu dingin, bahkan matahari tidak bisa meluluhkannya.

0 Penulis Terpikat
0
35
Rabu 28 Maret 2018

balon ini rupa-rupa warna kesedihan yang ditiupkan dari kebahagiaan yang pura-pura.

0 Penulis Terpikat
0
47
Rabu 28 Maret 2018

–untuk: @wandibadindin 1/ sahir itu telah meneluh merasuk hangat rahim Amak hingga kau termakan geruh; benang merah takdir, serta kemana arus hidup mengalir tertulis sudah di balur telapak tanganmu—jauh sebelum kau diberi nama. 2/ ketika hari kau dilahi...

0 Penulis Terpikat
0
23
Selasa 27 Maret 2018

di jalanan kota; kita akan tersesat karena malu bertanya. tapi padamu; jika tanyaku makin banyak maka kita semakin tersesat di masa lalu. Bandung, 2018

0 Penulis Terpikat
0
23
Selasa 27 Maret 2018

--untuk Camila 1/ seperti tipe-x di ruang kelas kehilangan menjadi hal sederhana lupa diberi nama, kau luput letaknya seperti hafalan unsur senyawa di tabel periodik yang tak mampu kau ingat, dan hukuman mistar menghadiahi paha membiru —kelak jadi kenangan y...

0 Penulis Terpikat
0
20
Senin 26 Maret 2018

kita sering dikelabui kata nyatanya; belum pernah seorang bayi menyedot asi dari puting beliung aku pemakan mahkota dewa dan belum pernah hukuman dari langit jatuh kepadaku tidak pernah kutemukan pantai di toples gula pasir milik ibu katamu; cinta but...

0 Penulis Terpikat
0
25
Senin 26 Maret 2018

di kota ini, kekasih adakah yang lebih dadakan selain sebuah tahu dan kepergianmu? ataukah nasib tak bisa dirubah seperti seekor cicak dalam sebuah lagu; "hap! lalu dilamar" Bandung, 2018

0 Penulis Terpikat
0
34
Jumat 23 Maret 2018

dari telapak tanganmu hal-hal terlepas; doa-doa panjang genggaman tanganku kata-kata perpisahan.

0 Penulis Terpikat
0
18
Jumat 23 Maret 2018

matamu tata surya gerlap cahaya malam kausa binar kejora aku adalah anak kecil berharap bintang berjatuhan dan permintaan dikabulkan. Bandung, 2018

0 Penulis Terpikat
0
29
Jumat 23 Maret 2018

seorang pria gelisah meronggoh kantong celana mengeluarkan apa saja dari sana waktu, angin, dan kenangan yang disimpannya entah kapan tangan kanannya meraih apa saja di kantong kiri dan kanan terperanjat ingatan sang korek api diembat teman seperti nasib ke...

0 Penulis Terpikat
0
56
Jumat 23 Maret 2018

Empat puluh malam pertama: awalnya kau hanyalah Nutfah yang dihantar ayahmu menjumlah lakhsa sel terbenam dalam dinding rahim asam-asin yang ada padaku tercecap sudah padamu pun renyut renjana di dada menjelma sebentuk atma. Empat puluh malam berikutnya: Mudiga...

0 Penulis Terpikat
0
22
Jumat 23 Maret 2018

ketika fajar masih jauh di muka perapian tungku aku menanak gigil cumbu yang tertinggal di tubuhku. di tengah-tengah hari aku menjahit sisa waktu menjadi lembar-lembaran kain —kelak kekal membaluti kita. kala semburat petang datang sembari menunggu muazin berkumandang...

0 Penulis Terpikat
0
71
Kay belum menulis satupun cerpen
Selasa 01 Januari 2019

malam ini usia kehidupan bertambah kami merayakannya bersama bunga-bunga api yang meletup menembak jantung angkasa dari perut anak gunung yang lapar. kami juga punya hiburan dari deru ombak yang menghempaskan dirinya, berdentam sama kerasnya seperti kecemasan...

1 Penulis Terpikat
0
15
Sabtu 22 Desember 2018

sewaktu itu kau belum memiliki nama dan masih menjelma seluruh denyut di tubuhku. saat kau belum menginjak usia satu mataku adalah langit yang tak pernah terlelap sampai-sampai aku hafal irama degup jantungmu. kalau saja bisa kutambah jumlah telinga untuk...

0 Penulis Terpikat
0
8
Selasa 18 Desember 2018

Ibu, ceritakan padaku kemana arah kau papah langkahku saat di tahun pertama aku belajar berpijak? apakah aku penyebab kakimu bergetar dalam menapak kini? Ibu, apa kata pertama yang kau ajarkan padaku dan seberapa sering tak kuhirau nasihatmu? apakah aku penye...

0 Penulis Terpikat
0
14
Minggu 02 Desember 2018

1. Saat itu aku tidak mengenakan apa-apa Tidak punya nama, telanjang, dan menangis Di sekelilingku orang-orang tertawa. Ibu bilang “baluti tubuhmu dengan warna” Kupinjam pelangi, karena di sini semua orang berlomba-lomba menjadi satu warna. 2. Ibu menawarkanku “kau ma...

0 Penulis Terpikat
0
25
Minggu 02 Desember 2018

Nak, di tubuh seorang perempuan terdapat sebuah terminal yang akan mengantarkan seseorang pada perjalanan selanjutnya. di tubuhku ada sebuah lintasan dari surga ke bumi, maka kau adalah salah satu bidadari yang telah dibawa tubuhku jauh sebelum aku dilahirkan. Band...

0 Penulis Terpikat
0
42
Kamis 29 November 2018

kau membuat sebuah taman di kepala tepat di seberang rumah dengan jendela terbuka tempat seorang anak sering mengintai jalanan sepi bayangan dan kenangan berlalu-lalang kau bilang tak semua suka menetap karena kita hanyalah orang-orang yang bergegas mengemasi...

0 Penulis Terpikat
0
14
Kamis 29 November 2018

“Bu, apakah Ibu bisa menari?” Ibu menjawab dengan tersenyum sambil menjelaskan bahwa semua yang ada di semesta ini bisa menari “rentak tari akan mengeluarkan bunyi, dendangnya ada untuk menghibur” hujan jatuh dengan tarian rinainya merentakkan riuh meria...

0 Penulis Terpikat
0
18
Minggu 04 November 2018

Ini masih wanita yang itu Hanya saja bibirnya tak lagi Terpoles gincu, dan bibirmu Senin kamis mampir di situ Ini masih wanita yang itu Rambutnya jarang terurai Sisir dan jemarimu mungkin Lupa untuk menelusurinya? Ini masih wanita yang itu Waktu mencabik da...

0 Penulis Terpikat
0
43
Minggu 04 November 2018
-

sebuah balon diberikan ibuku rupa-rupa warnanya dan udara di dalamnya ialah sepenuhnya isi dari paru-paru ibuku. “Ibu, untuk apa balon diciptakan?” tanyaku. “menandakan segala hal bisa bergerak dan berpindah, tanpa tubuh tanpa kaki.” balon terlepas dari t...

0 Penulis Terpikat
0
34
Sabtu 03 November 2018

suatu masa tersebutlah seorang penguasa yang kuasi membuat kuil dari serpihan kaul berpondasi dari potongan pongah. di gedung itu dia tertidur lelap sampai petang hingga kalap, telinganya pekak tak hirau pekik perang. suatu masa tibalah tanya; “seberapa g...

0 Penulis Terpikat
0
42
Sabtu 03 November 2018

yang bisa kulakukan duduk dan berdiri mematung dan tersenyum mungkin nyawaku berpindah di bibir, bergincu sirah dan berdarah selebihnya pupur dan gaun sewarna—pucat. orang-orang datang melingkarkan warna di tubuhnya, tapi tidak membawa diri sendiri....

0 Penulis Terpikat
0
21
Sabtu 21 April 2018

selain daging dan tulang manusia juga dibaluti rahasia dan yang pernah dilakukan kautuai, tumbuh serta menua. lihatlah, bagaimana kehidupan merawat rapi tentangmu dari luka yang dilupakan hingga kerapuhanmu berpura-pura. tibalah di mana tangan-tangan...

0 Penulis Terpikat
0
23
Sabtu 21 April 2018

kartini zaman kini; beraksi di simpang jalan hidup sen kanan, belok ke kiri. kartini zaman kini; berkarya di depan kaca pantang keluar, sebelum alis jadi. kartini zaman kini; "bersama-sama kita selfie dulu jangan lupa posting kemudian". kartini zaman ki...

0 Penulis Terpikat
0
23
Kamis 19 April 2018

I matahari membakar ubun-ubunnya menjadi uban berwarna abu tertanda waktu begitu purba menyandingi langkahnya menyusur sepi. II kesetiaan dibawanya sendiri tertatih dalam doa merintih berharap derap langkah langkas sekali lagi ditemukan kekasih. III ru...

0 Penulis Terpikat
0
22
Senin 16 April 2018

1 angin bernafas sembunyi-sembunyi di balik dinding yang dingin langkah lirih bersauh suar meledak jadi pertanda-- sua diarak binar-binar bintang dan menjadi gertap-gerlap di kota kembang. 2 pesta dimulai saat tujuh kupu-kupu terlepas dari bibirku meng...

0 Penulis Terpikat
0
24
Senin 16 April 2018

aku mengenal puisi dari rekata binar matamu membentuk juta rasi hingga rasai yang risau. aku mengenal puisi dari rajah telapak tanganmu tempat kau tasbih sebuah nama sampai nasib dihabisi usia. aku mengenal puisi dari filtrum bibirmu; ialah tempat pert...

0 Penulis Terpikat
0
24
Minggu 15 April 2018

lelah langkah berderap mengarak sepasang jejak menuju pulang sebuah dekap lalu isak menjerit, meriah. ialah matamu rahim semburat kilap, membisukan karsa tergamak rumah dari segala gegap dan renjana paling kawak. Bandung, Februari 2017

0 Penulis Terpikat
0
16
Minggu 15 April 2018

1 mereka senang dikelabui angka ribuan orang yang mengikuti nyatanya tak semua menaruh iba, setengahnya adalah gibah. 2 kolom komentar panggung komedi seakan dipaksa saling akrab haus pujian, dan selebihnya hanyalah nyinyir dibungkus gurau. 3 nyatanya; s...

0 Penulis Terpikat
0
22
Rabu 11 April 2018

cinta pernah kutemukan berwarna kuning kunyit di ujung-ujung jari ibu dan bau bumbu di sela-sela jemarinya. Bandung, 2018

0 Penulis Terpikat
0
20
Selasa 10 April 2018

1. untukmu, aku tidak punya apa-apa jika harus kubagikan duniaku hanya dipenuhi jejak luka dari kenangan lalu-lalang suara angin yang gemetar langit siang yang merah dan malam yang lebam. 2 aku tidak punya apa-apa kalau harus berbagi hariku ambilah de...

0 Penulis Terpikat
0
58
Senin 09 April 2018

1 aku ingin tinggal bersamamu di ruang yang seadanya menyimpan deru napasmu menggaungkan desah merekam doa di pagi buta, dan seisinya sesak oleh detak jantungmu. 2 aku ingin membaca buku yang bertumpukkan di kepalamu yang kata-katanya bermuasal dari bibi...

0 Penulis Terpikat
0
13
Senin 02 April 2018

aku pernah mengira, semesta merakit ceritaku dari pecahan bintang-bintang yang bertabrakan dan menumpahkan air di mataku yang samudra. Bandung, April 2018

0 Penulis Terpikat
0
21
Sabtu 31 Maret 2018

dia memiliki sisi lain begitu gelap, bahkan setiap bintang-bintang ingin bersinar di dekatnya. tapi, dia juga memiliki sisi yang lain; begitu dingin, bahkan matahari tidak bisa meluluhkannya.

0 Penulis Terpikat
0
35
Rabu 28 Maret 2018

balon ini rupa-rupa warna kesedihan yang ditiupkan dari kebahagiaan yang pura-pura.

0 Penulis Terpikat
0
47
Rabu 28 Maret 2018

–untuk: @wandibadindin 1/ sahir itu telah meneluh merasuk hangat rahim Amak hingga kau termakan geruh; benang merah takdir, serta kemana arus hidup mengalir tertulis sudah di balur telapak tanganmu—jauh sebelum kau diberi nama. 2/ ketika hari kau dilahi...

0 Penulis Terpikat
0
23
Selasa 27 Maret 2018

di jalanan kota; kita akan tersesat karena malu bertanya. tapi padamu; jika tanyaku makin banyak maka kita semakin tersesat di masa lalu. Bandung, 2018

0 Penulis Terpikat
0
23
Selasa 27 Maret 2018

--untuk Camila 1/ seperti tipe-x di ruang kelas kehilangan menjadi hal sederhana lupa diberi nama, kau luput letaknya seperti hafalan unsur senyawa di tabel periodik yang tak mampu kau ingat, dan hukuman mistar menghadiahi paha membiru —kelak jadi kenangan y...

0 Penulis Terpikat
0
20
Senin 26 Maret 2018

kita sering dikelabui kata nyatanya; belum pernah seorang bayi menyedot asi dari puting beliung aku pemakan mahkota dewa dan belum pernah hukuman dari langit jatuh kepadaku tidak pernah kutemukan pantai di toples gula pasir milik ibu katamu; cinta but...

0 Penulis Terpikat
0
25
Senin 26 Maret 2018

di kota ini, kekasih adakah yang lebih dadakan selain sebuah tahu dan kepergianmu? ataukah nasib tak bisa dirubah seperti seekor cicak dalam sebuah lagu; "hap! lalu dilamar" Bandung, 2018

0 Penulis Terpikat
0
34
Jumat 23 Maret 2018

dari telapak tanganmu hal-hal terlepas; doa-doa panjang genggaman tanganku kata-kata perpisahan.

0 Penulis Terpikat
0
18
Jumat 23 Maret 2018

matamu tata surya gerlap cahaya malam kausa binar kejora aku adalah anak kecil berharap bintang berjatuhan dan permintaan dikabulkan. Bandung, 2018

0 Penulis Terpikat
0
29
Jumat 23 Maret 2018

seorang pria gelisah meronggoh kantong celana mengeluarkan apa saja dari sana waktu, angin, dan kenangan yang disimpannya entah kapan tangan kanannya meraih apa saja di kantong kiri dan kanan terperanjat ingatan sang korek api diembat teman seperti nasib ke...

0 Penulis Terpikat
0
56
Jumat 23 Maret 2018

Empat puluh malam pertama: awalnya kau hanyalah Nutfah yang dihantar ayahmu menjumlah lakhsa sel terbenam dalam dinding rahim asam-asin yang ada padaku tercecap sudah padamu pun renyut renjana di dada menjelma sebentuk atma. Empat puluh malam berikutnya: Mudiga...

0 Penulis Terpikat
0
22
Jumat 23 Maret 2018

ketika fajar masih jauh di muka perapian tungku aku menanak gigil cumbu yang tertinggal di tubuhku. di tengah-tengah hari aku menjahit sisa waktu menjadi lembar-lembaran kain —kelak kekal membaluti kita. kala semburat petang datang sembari menunggu muazin berkumandang...

0 Penulis Terpikat
0
71
Kay belum menulis satupun Naskah Drama
Kay belum menulis satupun Resensi

Bagikan Profil

Pilih salah satu pilihan dibawah

Kay